Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadikan Hidup Lebih Bermakna


 Oleh: Ananda Risty (Santri Ma'had Darul Bayan Sumedang)

     

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa waktu yang telah berlalu tidak akan bisa diulang kembali, sehingga banyak yang tidak memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Malah kebanyakan manusia justru bermaksiat kepada Allah SWT. Sehingga hari-harinya tidak digunakan untuk bertaqorrub kepada Allah. Padahal waktu, kesehatan dan kesempatan adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup seseorang. Karena semua itu adalah modal untuk berbuat kebaikan demi menjadi bekal untuk kembali ke kampung akhirat kelak. 

     

Namun, tak semua orang memahami ini dengan baik. Sehingga waktunya tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mereka menyangka bahwa hidupnya masih panjang, bisa hura-hura, bermaksiat seenaknya, lalu akhirat dilupakan. Padahal siapapun tahu bahwa ketika ajal datang menjemput, kita tak akan bisa berbuat apa-apa, meninggalkan dunia dengan hanya membawa sedikit amal. Pada saat itulah penyesalan datang, akan tetapi sesal kemudian tak ada artinya. Kita hanya bisa pasrah menanti hari penghisaban di Padang Mahsyar untuk menentukan tempat hidup kita selanjutnya, di syurga atau neraka. Karenanya, sebelum penyesalan itu tiba dan selagi kita masih punya kesempatan untuk berbuat yang terbaik, maka beramal taat kepada Allah adalah cara yang terbaik untuk menjadikan hidup lebih bermakna.

    

Rasulullah Saw. Pernah bersabda: 'Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sempit, hidup sebelum mati.' (Ibnu Abbas).

    

Hadist di atas bermaksud mengingatkan kita untuk menggunakan hidup sebaik mungkin. Karena masa muda, sehat, kaya, waktu luang dan hidup adalah suatu hal yang bersifat sementara. Oleh karena itu, lakukanlah ketaatan kepada Allah ketika berada dalam kondisi kuat (selagi muda) sebelum datang masa renta yang memayahkan. Manfaatkan masa sehat sebelum tiba-tiba sakit tak terduga. Selagi kaya bersedekah, 'Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu, sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut'. Ketika ada waktu luang, jangan biasakan menunda-nunda aktifitas yang bisa kita kerjakan, lakukanlah segera semampu kita, karena setiap waktu itu punya peruntukannya sendiri. Lakukanlah sesuatu yang bermanfaat  untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapapun yang mati, akan terputus segala amalnya. 


Ingatlah selalu bahwa suatu saat kita akan mati, maka perbanyaklah amal dari sekarang sebelum ajal datang menjemput. 


Jadi, makna hidup yang sesungguhnya adalah taat pada seluruh perintah-Nya. Untuk menuju ketaatan, jadikan akal dan hati kita untuk memahami kebenaran, mata untuk mencari dan melihat kebenaran, dan telinga untuk senantiasa mendengarkan kebenaran. Dan kebenaran tersebut adalah apa-apa yang datang dari Allah Azza Wa Jalla. Wallahu'alam. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Menjadikan Hidup Lebih Bermakna"