Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Remehkan Sebuah Janji!

Oleh: Mochamad Efendi


Mudahnya berjanji, tapi sering mengingkarinya ciri orang munafik. Perlahan orang yang suka ingkar janji akan kehilangan kepercayaan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perihal janji bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga; kalau berbicara dia berdusta, kalau berjanji dia ingkar, dan kalau diberi amanah (kepercayaan) dia berkhianat.” Sungguh rugi, dihadapan manusia tidak lagi dipercaya, dan Allah akan menempatkan orang-orang munafik di seburuk-buruk tempat kembali, neraka jahanam untuk selama-lamanya. 


Sungguh menjengkelkan jika berinteraksi dengan  orang yang suka ingkar janji. Orang yang kita percaya ternyata khianat, tidak memenuhi janjinya. Janji mau ketemu, ternyata tidak datang sesuai dengan waktu yang ditentukan. Jika tidak bisa datang setidaknya jangan membuat orang lain menunggu tanpa ada pesan dan kepastian. Kan bisa telepon atau kirim pesan lewat WA untuk memberitahu bahwa ada halangan yang membuat kita tidak bisa datang, atau mungkin kita telat datangnya karena alasan tertentu, hal penting yang tidak bisa ditinggalkan. Menunggu itu membosankan gaes, jadi jangan membuat orang lain merasakan hal yang sama. Jadi tepati janjimu untuk bertemu sesuai dengan kesepakatan yang dibuat bersama.


Begitu pula saat kau meminjam sesuatu dan janji untuk mengembalikan pada waktu yang sudah ditentukan. Tepati janjimu sesuai dengan kesepakatan. Jangan mudah meminjamnya tapi malas waktu mengembalikan. Jika kamu butuh lagi, tak seorangpun akan mau meminjami karena sudah hilang kepercayaan. Siapa yang dirugikan? Orang yang tidak menepati janji pasti akan merugi. Ingat setiap janji akan dimintai pertanggung jawaban. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra ayat 34). 


Apalagi seorang pemimpin, jangan mudah mengobral janji. Pertanggung jawabannya sangat berat karena menyangkut dengan orang banyak, rakyat yang dipimpinnya. Kita sering dengar, pemimpin dalam sistem demokrasi, suka bermuka manis dan menyampaikan banyak janji saat kampanye untuk memikat hati rakyat agar mau memberikan pilihan kepadanya. Janji tinggal janji, setelah kekuasaan dalam genggaman, apa yang diinginkan sudah tercapai, lupa dengan apa yang pernah diucapkan saat kampanye. Semuanya hanya lips Service. Padahal janji adalah hutang yang akan dimintai pertanggung jawaban.

 

Dengan terbiasa mengobral janji, tapi tidak ditepati membuat hati mengeras dan akhirnya mati, sehingga tidak merasa berdosa meskipun sudah berulang kali mengingkari janji. Berbohong dianggap biasa, dan terus berbohong untuk menutupi kebohongannya. Semakin sering berbohong orang semakin muak dan menyebutnya sebagai pembohong yang tidak satupun orang percaya lagi meskipun suatu ketika berkata benar. Pemimpin yang kehilangan kepercayaan dari rakyatnya akan sulit untuk menjalankan roda pemerintahan, karena suka mengobral janji manis tapi tidak pernah menepatinya. 


Gaes, suka ingkar janji yang rugi diri sendiri. Banyak yang tidak percaya karena salah sendiri suka meremehkan sebuah janji. Jika kita bisa menepati janji, kita akan dihargai dan dihormati orang lain. Setiap kata yang terucap akan dipercaya, sehingga akan memudahkan segala urusan saat harus berinteraksi dengan orang lain. Dengan menepati janji rezekipun akan mengalir seperti air dan Allah memberi kemudahan untuk segala urusan karena kita tidak mempersulit orang lain dengan menepati setiap janji yang kita buat.


Gaes, mulai sekarang tepatilah janjimu, agar hidupmu terasa mudah karena Allah akan memudahkan segala urusanmu. Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan” (HR. Bukhari 1870 dan Muslim 1370). Sungguh ngeri kan gaes, hukuman bagi orang yang suka ingkar janji. Oleh karena itu, jangan suka meremehkan janji yang sudah kita buat dengan orang lain, karena setiap janji yang kita buat akan dimintai pertanggung jawaban. Dan pastinya kita tidak ingin dikategorikan sebagai orang munafik yang hukumannya sangat berat saat harus menghadap Allah nantinya di akhirat. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Jangan Remehkan Sebuah Janji!"