Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosok Teladan Bermental See Beyond The Eyes Can see

Oleh: Lustini Nur Hadili 


Dalam sebuah buku “Muhammad Al Fatih 1453” karya Ustadz Felix Siauw terdapat pernyataan bahwa sikap mental yang paling menonjol pada seorang Muhammad Al Fatih adalah See Beyond The Eyes Can See, melihat lebih daripada apa yang bisa dilihat oleh mata. Lebih jauh lagi bahkan dikatakan ini adalah sikap mental yang terkait dengan inti ajaran Islam, aqidah Islam. Melihat apa yang tidak biasa dilihat, seperti memahami eksistensi Allah, malaikat, hari kiamat, surga neraka dan perkara lainnya yang tak kasat mata. 


Tentu saja membaca buku tersebut membuat seseorang tertegun. Apalagi dunia sekarang serba praktis, serba mudah, tak ayal pandangan manusia pun semakin pendek. Hal yang ada di hadapan mata, langsung diambil dan dicerna. Lalu, bagaimana seharusnya kita memahami pernyataan See Beyond The Eyes Can See sehingga bisa menancap kuat di pemahaman kita?


Diriwayatkan dalam sebuah hadits:“Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya.” (H.R Ahmad). Inilah hadits yang menguatkan sosok diri seorang Muhammad Al Fatih. Beliau dibina oleh Syekh Aaq Syamsuddin untuk yakin bahwa dirinya adalah pemimpin terbaik dalam hadist tersebut. Setiap hari, syekh selalu memberikan gambaran yang dekat bahwasanya bukti-bukti penaklukan konstanstinopel sudahlah dekat. Mental pantang menyerah, tidak gampang putus asa, rela berkorban untuk Islam serta melihat jauh diluar pandangan mata adalah yang sering digaungkan. 


Muhammad Al Fatih sebagai pemimpin memberikan contoh dan juga mengerjakan apa yang telah diperintahkan kepada pasukannya. Kedekatan beliau dengan Allah menjadikannya semakin kuat dan yakin atas hadits bisyarah tersebut. Beliau terkenal sebagai sosok teguh dalam sholat. Tidak pernah sekalipun beliau masbuq dalam sholat dan selalu berjamaah di masjid. Beliau juga tidak pernah meninnggalkan sholat rawatib dan sholat tahajud. Beliau sangat menginginkan kemenangan dalam menaklukkan Konstantinopel jatuh melalui tangan beliau. 


Disamping sikap mental yang luar biasa, beliau juga membuktikan dengan adanya keberanian, kegigihan dan kecerdasan dalam berjuang. Siap memberikan yang terbaik untuk setiap pilihan hidupnya. Siap mengorbankan pemikiran, waktu, tenaga dan harta demi perjuangan ini. Perjuangan Muhammad Al Fatih tidaklah mulus. Beliau harus melewati perbukitan, gunung-gunung dan sederetan halangan lainnya. Sebuah kemustahilan saat itu,  ketika kapal-kapal bisa melewati perbukitan galata bersama ribuan tentara menarik kapal kapal melalui daratan. Bahkan yang paling terkenal di antara semuanya adalah ketika Muhammad al fatih memindahkan 72 kapal dari selat Bhosporus menuju selat tanduk dalam waktu semalam. Beliau melakukan apapun demi Allah. 


Itulah buah dari keyakinan bahwasanya See Beyond The Eyes Can See mampu mengubah dunia. Muhammad Al Fatih sudah membuktikannya melalui serangkaian jalan perjuangannya. Kegigihan, keberanian, pantang mundur menjadikan beliau bisa. Bagaimana dengan kita? 


Umat muslim telah menegakkan sholat secara sempurna, khusyu' dalam sholat dan ikhlas mengamalkannya akan membuahkan hasil hati yang tenang. Positif dalam jiwa dan kuat dalam tindakan. Kedekatan dengan Allah juga semakin dekat dan mampu mengamalkan ajaran agama dengan nilai ketaqwaan yang tinggi. Mampu melihat jauh di luar pandangan mata manusia.


Generasi yang mampu menegakkan kembali kalimat Allah. Generasi yang membenamkan ide-ide rusak dan menggantinya dengan Islam. Berjuang bersama mewujudkan kehidupan rahmatan lil alamin. Wallaahu a'lam. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Sosok Teladan Bermental See Beyond The Eyes Can see"