Jangan Jadi Malin Kundang Milenial
Oleh: Choirin Fitri
Dongeng Malin Kundang yang dikutuk jadi batu karena durhaka pada ibunya agaknya kini kembali viral. Bukan karena diceritakan kembali. Tapi, ada banyak anak yang menirukan perilaku durhakanya.
Dalam dongeng diceritakan Malin Kundang yang awalnya sayang pada ibunya merantau. Di tempat perantauan ia mendapatkan kedudukan dan kekayaan. Akibatnya, tak pernah dinyana oleh Sang Ibu, Malin enggan mengakui ibunya. Hingga, membuat ibunya berang dan berdoa agar ia dihukum. Nyatanya ia jadi batu.
Saat ini pun akibat harta, banyak anak enggan merawat orang tuanya yang telah lanjut usia. Ada yang beralasan mereka tak mampu. Ada yang beralasan karena sibuk mencari rupiah hingga tega meletakkan orang tuanya di panti jompo. Bahkan, kisah paling miris menelantarkan orang yang telah melahirkan dan membesarkannya di jalanan.
Kasus demi kasus penelantaran orang tua ini terus dibahas di berbagai media sosial, berita, atau perbincangan di khalayak ramai. Hingga, virallah bagaimana seorang nenek yang terus menangis karena diletakkan anaknya di panti jompo. Ada pula kakek lansia yang sebelum meninggal mengaku ia dibuang anaknya. Pun seorang nenek yang ditinggal putrinya di depan sebuah toko sebagai tanda ia dibuang.
Fakta kerusakan moral ini ibarat gunung es. Yang tampak ke permukaan hanya sedikit. Tapi, yang tak tampak jauh lebih banyak dan tak terdata. Tak viral.
Kapitalismelah yang memproduksi anak-anak durhaka ini. Anak-anak yang karena menjadikan materi sebagai standar kehidupan enggan memuliakan orang tuanya. Mereka tega menelantarkan orang yang telah mempertaruhkan nyawanya demi kehidupan mereka dengan alasan sibuk kerja atau tak mampu. Alasan materi mendominasi perilaku tak manusiawi mereka.
Anak-anak lupa bahwa orang tualah yang bertaruh nyawa hingga mereka melihat dunia. Mereka lupa orang tualah yang banting tulang agar kebutuhan hidup mereka tercukupi. Mereka pun lupa bagaimana kasih sayang, perawatan, bahkan pendidikan terbaik yang diberikan orang tuanya.
Padahal, dalam Islam orang tua adalah orang yang harus dihormati, dijaga, dan dimuliakan. Anak tak boleh menelantarkannya dengan alasan apapun. Karena, segala bentuk penelantaran pasti diganjar Allah dengan dosa. Jangankan penelantaran, berkata, "ah" saja di hadapan orang tua, Allah melarangnya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Qur'an surat Al-Isra’ ayat 23 yang berbunyi:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Firman Allah ini bersifat tegas. Tak layak dibantah. Bahkan, diawali perintah larangan menyekutukan Allah. Artinya, ayat ini harusnya menjadi landasan kita mentaati Allah tanpa tapi, tanpa nanti.
Sayangnya pemahaman Islam ini tak banyak diamini oleh anak-anak zaman sekarang. Mereka telah dididik dengan standar materi duniawi sehingga enggan menjadikan Islam sebagai acuan. Efeknya kasus demi kasus penelantaran orang tua tidak kunjung usai. Bahkan, akan terus bermunculan, jika sistem kapitalisme ini tidak segera dicampakkan.
Maka, untuk memberantas kasus penelantaran orang tua oleh anak-anak mereka, kita wajib mencampakkan sistem kapitalisme sekularisme. Sistem yang jelas-jelas memproduksi anak durhaka. Sistem yang akan membuat pelakunya diganjar neraka.
Kita harus kembali memberlakukan sistem Islam dalam kehidupan. Sistem yang memuliakan anak dan orang tua. Sistem yang mampu melahirkan generasi salih yang mereka akan memberikan yang terbaik pada orang tuanya. Bahkan, mereka mampu menjadi jalan bagi orang tuanya meraih surga. Karena, amalan yang akan menjadi bekal menuju surga salah satunya adalah doa anak yang salih. Wallahu a'lam. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Jangan Jadi Malin Kundang Milenial"