Kita Tumbuh, Menjadi Utuh
Oleh : Nulya Aminatu Zahra
Hai sahabat perubahan, siapa ni yang sebentar lagi akan menghadapi ujian-ujian dan menunggu kelulusan ?. Gimana sih perasaan kamu pas lagi nunggu detik-detik yang mendebarkan itu ? Penasaran dong pastinya. Apalagi pas liat waktu, waduhh udah kaya papasan sama si 'dia'.. hehe.
Atau mungkin diantara kalian ada yang sedang mencari kerja ? Sudah kirim lamaran pekerjaan kesana dan kemari tetap saja belum dapat kerjaan. Atau bisa saja ada yang begitu mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan ? Yang mendapatkan kerjaan dengan mudah sudah pasti bahagia rasanya ya, tetapi yang sulit mendapatkan pekerjaan pasti sedih.
So sobat, berhubung sekarang ada yang lagi bahagia dan sedih secara bersamaan. Aku mau shering nih, tentang sikap kita untuk menghadapi keberhasilan dan kegagalan. Yang mengalami keberhasilan pun ga seutuhnya berhasil loh, begitupun sebaliknya, yang mengalami kegagalan belum tentu gagal sepenuhnya.
/Kegagalan itu harapan/
Jangankan kita sebagai manusia biasa. Dulu, Rasulallah saw. Dan para sahabat pun ga melulu berhasil dalam memperjuangkan dakwah islam, pasti ada hambatan dan kegagalan dalam mencapai tujuannya. Ketika hendak berdakwah di Thaif, Rasulullah ditolak mentah-mentah oleh masyarakat Thaif. Bukan cuma itu, masyarakat Thaif mencerca dan mencaci ajakan Rasulullah. Bahkan yang paling parah, mereka melempari tubuh Rasulullah dengan batu dan kerikil seperti seorang penjahat. Hingga tubuh beliau mengeluarkan darah. Pada saat seperti itulah, optimisme Rasulullah tetap muncul. Kejadian ini memberikan harapan bagi Baginda Rasulullah dengan mendoakan masyarakat Thaif. Masya allah
Mungkin kegagalan kamu hari ini adalah salah satu keberhasilan yang Allah siapkan dilain hari. Kegagalan bisa memberikan harapan, seperti Rasulallah saw.yang gagal ketika berdakwah di Thaif, beliau berharap dengan berdo'a. Makanya jangan lelah buat berharap sama Allah ya guys, Allah itu Maha Segalanya. Ketika Allah berkehendak maka terjadilah.
Selain dari itu, kegagalan juga bisa mengevaluasi diri kamu agar bisa lebih baik dari hari sebelumnya. Dari keggalan kita bisa belajar banyak hal, bahkan orang bijak menyebutkan bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Jadi harus tetep semangat buat cari jalan lain buat kamu mencapai tujuan. Diiringi doa yang tiada henti dan tekat yang kuat. Kamu pasti bisa meraih itu.
/Warning of the winner/
Keberhasilan merupakan anugerah dari Allah yang harus kita syukuri. Tapi jangan lupa untuk tetap berhati hati dengan segala kemungkinan yang terjadi. Di ingetin lagi nih, kalo setan itu gencar banget ngerekrut manusia buat jadi temennya di neraka, keberhasilan merupakan salah satunya. Setan bisa aja menggoda manusia agar ia merasa sudah baik dari pada orang lain, merasa bahwa dirinya hebat. Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi kalo dia udah merasa sempurna.
Kita ini cuma makhluk biasa yang Allah ciptakan dengan segudang kelemahan guys, jangan sampe cuma gara-gara satu keberhasilan yang mungkin Allah kasih supaya jadi beribu pahala malah sia-sia. Yang sempurna itu hanya Allah. Jadi tetap rendah hati ya guys, jadikan keberhasilan kamu sebagai ajang untuk mendekatkan diri pada Allah.
Supaya ga lupa sama Allah, ada kata kata yang harus kita ucapkan ketika kita sedang memperoleh kemenangan.
1. Tasbih. Subhanallah yang mempunyai makna Maha Suci Allah. Kamu yang mengucapkan Subhanallah berarti mensucikan Allah SWT dari segala kekurangan dan kehinaan. Lafadz ini ngingetin kita bahwa hakikatnya kemenangan itu adalah pemberian dari Allah.
2. Tahmid. Alhamdulillah yang bermakna Segala Puji Bagi Allah SWT, kamu yang membaca tahmid saat kemenangan berarti kamu sadar bahwa Allah lah yang berhak dipuji saat kemenangan itu kamu raih, bukan diri kamu atau makhluk lainnya, karena balik lagi kemenangan itu pemberian dari Allah SWT yang berlaku dengan takdir Nya, bukan cuma karena kemampuan dan usaha kamu aja.
3. Istighfar adalah ucapan Astaghfirullahaladzim yang berarti memohon ampunan pada Allah SWT. Lafadz ini diucapkan supaya hatimu terhindar dari sifat ujub (mengagumi diri sendiri) dan takabbur (sombong). Kalimat Istighfar bisa nutupin celah dari bisikan setan yang ngajak kamu pada dua sifat tercela ini sambil menyadari bahwa hanya Allah-lah Al Mutakabbir (Yang Berhak Untuk Sombong).
/Kita tumbuh dan menjadi utuh/
Segala sesuatu itu butuh yang namanya proses. Dan berproses itu ga sebentar, pasti ada tahapan yang harus kamu lalui supaya bisa tumbuh. Keberhasilan dan kegagalan adalah salah satu agar kita menjadi tumbuh.
Kalo di ibaratkan dengan pohon. Pohon itu tumbuh ga tiba-tiba ada rantingnya, daunnya dan buahnya. Semua itu muncul karena adanya waktu. Disela-sela tumbuh, pasti ada yang bertambah dan berkurang. Ada ranting yang bertambah dan patah, ada pula daun yang berkembang dan gugur.
Semua itu proses agar pohon menjadi utuh dengan buahnya. Sama seperti halnya kehidupan. Kita sedang tumbuh dengan kegagalan dan keberhasilan, dengan kekurangan dan kelebihan, dengan cinta dan kasih sayang, serta dengan harapan dan doa. Kita akan tumbuh dan menjadi utuh. Utuh dengan ilmu dan Cinta pada Allah serta Rasul-Nya. Wallahu a’lam bisshawab. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Kita Tumbuh, Menjadi Utuh"