Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengasah Potensi Diri agar Sukses Dunia dan Akhirat


 Oleh: Mochamad Efendi


Pemuda identik dengan semangat membara untuk memperjuangkan idealismenya. Penuh dengan semangat untuk meraih cita-cita agar mendapatkan kesuksesan dalam hidup. Untuk itu, pemuda  butuh untuk mengasah tiga kecerdasan agar bisa meraih apa yang diinginkan tentunya tidak hanya di dunia tapi juga kehidupan akhirat, kehidupan yang kekal. Tiga kecerdasan yang perlu diasah itu adalah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang ketiganya saling mendukung dan berkaitan agar bisa membentuk kemampuan dasar yang diperlukan dalam mengarungi hidup.


Pertama, konsep kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient/IQ) muncul ketika William Stern menemukan adanya lapisan neo-cortex pada otak manusia. Dari lapisan inilah manusia dapat mempelajari banyak hal termasuk berhitung, berbahasa, hingga menggunakan komputer. Secara umum, kecerdasan intelektual merujuk pada potensi yang dimiliki oleh individu untuk mempelajari sesuatu lewat alat-alat berpikir. Kecerdasan ini dapat dinilai dari kemampuan verbal dan logika berpikir seseorang. Kecerdasan intelektual harus diasah dengan belajar, membaca dan juga bertanya agar memiliki kemampuan untuk memahami sesuatu dan memecahkan segala permasalahan hidup dengan mudah baik yang dialami diri sendiri maupun yang ada di lingkungannya. 


Menurut William Stern, kemampuan intelektual adalah kesanggupan seseorang untuk menyesuaikan diri pada hal-hal baru dengan menggunakan alat-alat berpikir menurut tujuan yang ingin dicapai. Kemampuan intelektual juga merujuk pada kapabilitas seseorang untuk dapat bertindak secara terarah, berpikir secara bermakna dan dapat berinteraksi secara efisien dengan lingkungannya. IQ dibentuk oleh otak kiri yang mencakup kecerdasan linear, matematik, dan logis sistematis. Kecerdasan ini menghasilkan pola pikir yang berdasarkan logika, tepat, akurat, dan dapat dipercaya. Orang dengan kecerdasan ini akan mampu memiliki analisis yang tajam dan memiliki kemampuan untuk menyusun strategi bisnis yang baik.


Selain diperoleh melalui proses belajar, aktifitas fisik seperti oleh raga harus dilakukan agar otak menjadi segar dan tubuhpun menjadi bugar. Kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan bisa menurunkan kecerdasan intelektual. Berfikir positif agar tidak stres juga akan meningkatkan kemampuan berfikir secara maksimal. Belajar harus terus dilakukan disamping menjaga kondisi tubuh dan pikiran kita agar tetap bugar dan sehat, tidak merasa tertekan. Tidurpun harus cukup karena sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa seseorang yang memiliki waktu tidur yang kurang secara terus-menerus akan menurunkan kecerdasan intelektualnya. Kenyataannya, memiliki waktu tidur yang cukup akan meningkatkan kemampuan, mempertahankan perhatian, dan keunggulan intelektual kita. Dengan memiliki waktu tidur yang cukup, kita akan lebih mudah untuk melakukan proses belajar, karena otak kita akan lebih mudah dalam menyerap segala ilmu dan informasi baru.


Kedua, kecerdasan emosional sangat diperlukan terutama saat kita harus berinteraksi dengan orang lain, karena tidak semua hal yang ada disekitar kita sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kemampuan untuk mengontrol emosi adalah sangat penting agar kita bisa diterima oleh lingkungan dimana kita tinggal. Kemarahan dan sikap meledak-ledak tidak hanya menyakiti diri sendiri tapi juga membuat orang lain tidak merasa nyaman dengan kita sehingga masalah kecilpun bisa menjadi besar karena kurangnya kemampuan kita dalam mengontrol emosi. Segala sesuatu harus dikomunikasikan dengan baik agar bisa ditemukan penyelesaian yang terbaik. Kecerdasan intelektual tidak akan bisa maksimal jika tidak didukung oleh kecerdasan emosional dan juga spiritual.


Ketiga, kecerdasan spiritual sangat penting dimiliki oleh seorang remaja dan kecerdasan ini bisa diasah dengan melakukan banyak kebaikan serta melakukan banyak dzikir dan amalan sunah agar bisa lebih dekat dengan Sang Pemilik Hidup, sehingga remaja yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) mampu menghadapi dan memecahkan persoalan makna kehidupan, nilai-nilai, dan keutuhan diri. Kecerdasan spiritual akan membuat seorang remaja mampu menempatkan perilaku dan hidupnya dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, sehingga dia mampu mengambil satu tindakan  atau melangkah dalam jalan hidup yang lebih bermakna sesuai dengan kebenaran hakiki yang diajarkan dalam Islam. Dia tidak lagi menjadikan dunia yang semu dan menipu sebagai tujuan hidup tapi sebagai tempat persinggahan untuk menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal nanti. Seorang remaja hebat akan terbentuk saat dia mampu mengintegrasikan ketiga kecerdasan yakni intelektual, emosional dan spiritual untuk meraih kesuksesan tidak hanya untuk kehidupan dunia tapi juga akhirat, tempat kita kembali nanti setelah jatah waktu hidup di dunia sudah berakhir.


Ketiga kecerdasan tadi harus diasah dan dioptimalkan pada diri seorang remaja sehingga terbentuklah sosok Insan Kamil. Calon pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan kearah yang lebih baik dengan Islam, sehingga kehidupan Islami benar-benar terwujud. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Mengasah Potensi Diri agar Sukses Dunia dan Akhirat"