Kunci Untuk Membuka Berkah dari Langit dan Bumi
Oleh: Mochamad Efendi
Bencana bertubi-tubi membelit negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Mulai dari tsunami, banjir bandang, tanah longsor, dan juga pandemi yang tidak kunjung berhenti. Hidup rakyatnya jauh dari kata sejahtera, meskipun negeri ini memeliki kekayaan alam yang luar biasa dari indahnya hamparan di permukaan bumi, biru lautnya dan apa yang terkandung di dalam perut bumi. Apa yang salah dengan negeri ini, seolah pintu berkah dari langit dan bumi tertutup untuk negeri yang kita cintai ini. Jawabannya ada di al-Qur'an, surat Al-Araf ayat 96, Allah berfirman, "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. "
Jadi jika penduduk negeri ini menginginkan berkah dari langit maupun bumi, kata kuncinya adalah beriman dan bertaqwa. Bagaimana agar penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa? Benih-benih kebaikan, iman dan taqwa, akan tumbuh subur jika kehidupan Islam bisa terwujud dalam suatu negeri. Kejahatan dan kemaksiatan bisa ditekan pada angka terendah, sementara semangat untuk berbuat kebaikan sesuai dengan ajaran Islam menguat dan menjulang tinggi ke angkasa. Kehidupan Islami bisa kita wujudkan saat Islam bisa diterapkan secara Kaffah dalam kehidupan nyata. Sementara di alam demokrasi ini atas dasar kebebasan, banyak penistaan terhadap ajaran Islam yang dibiarkan tanpa hukuman yang memberikan efek jera. Ayat-ayat Allah didustakan, dosa besar dilegalkan sementara kewajiban dihalang-halangi untuk diterapkan. Bencana alam yang bertubi-tubi dan adzab Allah yang pedih menimpa penduduk suatu negeri karena kesalahan mereka sendiri yang tidak mau tunduk dan taat dengan aturan Allah dan lebih memilih hukum kesepakatan warisan penjajah yang sering bertentangan dengan hukum Syara'.
Penduduk suatu negeri, yang mana nikmat dunia lebih dicintai daripada Allah, rasulNya, serta berjihad di jalan Allah, sehingga Allah tidak akan memberi petunjuk pada orang-orang fasik dan sungguh mereka dalam kerugian. Dalam surat at-taubah ayat 24, Allah berfirman,"Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." Apa yang menimpa orang-orang fasik karena terlalu mencintai dunia hingga lupa menyiapkan bekal akhirat, padahal mereka mengaku muslim.
Marikah kita renungkan dalam-dalam apakah ajaran Islam sudah diterapkan secara Kaffah di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim. Sudah penduduk negeri yang mayoritas muslim menginginkan bahkan memperjuangkan agar syariat Islam benar benar diterapkan untuk mengatur penduduknya, atau bahkan sebaliknya mereka termasuk orang-orang fasik yang lebih memilih hukum warisan penjajah daripada hukum dari Sang Pencipta, manusia, hidup dan alam semesta. Kenapa penduduk suatu negeri tidak mau diatur dengan Islam secara kaffah, padahal mereka sudah memutuskan untuk memeluk agama Islam, sebagai pedoman hidup mereka.
Jalan satu-satunya untuk memghentikan bencana yang bertubi-tubi membelit negeri ini serta agar terbukanya pintu berkah dari langit dan bumi harus diterapkan Islam secara Kaffah dalam sistem khilafah. Penerapan Islam secara Kaffah hanya bisa terwujud dalam satu sistem Islam, Khilafah bukan demokrasi yang hanya menghasilkan hukum kufur penjajah, hasil keputusan bersama segelitir orang yang mengatasnamakan rakyat. Demokrasi harus dicampakkan dan diganti dengan sistem khilafah agar penduduk negeri ini bisa beriman dan bertaqwa, kemudian janji Allah pasti akan terjadi yakni terbukanya pintu berkah dari langit dan bumi serta berhentinya bencana dan masalah yang membelit negeri. Rakyat hidup sejahtera karena kekayaan alam negeri yang bagaikan penggalan tanah surga benar-benar diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyatnya, bukan untuk asing aseng dan dikorupsi segelitir orang dalam lingkaran kekuasaan.
Masihkah kita meragukan janji Allah di dalam al-Qur'an yang mulia yang mana tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya, petunjuk bagi orang-oramg yang bertaqwa. Jelas sudah solusi agar penduduk negeri ini jauh dari masalah. Kemudahan dan keberkahan terbuka lebar untuk penduduk yang mayoritas Muslim. Setelah mengetahui akar masalah serta solusinya, demokrasi layak untuk dicampakkan dan diganti dengan Islam. Hukum jahiliyah warisan penjajah tidak layak untuk mengatur satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim.
Bagaimana bisa untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, sehingga berani membandingkan al-Qur'an dengan hukum kesepakatan buatan manusia, mengecilkan rasulullah dengan manusia yang lain yang dianggap lebih agung dan berjasa. Dan bahkan lebih parah lagi berani membandingkan Allah, al-Khalik dengan manusia. Walaupun mengaku muslim, tapi para pemimpin negeri ini lebih mencintai jabatannya, sehingga layak mendapatkan keputusanNya, yang berupa adzab yang pedih. Saat bencana dan masalah datang siapa yang bisa menolong yang tidak hanya menimpa orang-orang kafir, fasik, tapi juga mereka yang beriman tapi mereka diam menyaksikan ayat-ayat Allah didustakan.
Bukan hasil tapi keberpihakan kita pada agama Allah serta usaha maksimal kita yang dibutuhkan agar negeri ini bisa keluar dari masalah. Sekali lagi, tidak ada yang sia-sia, jika membela dan memperjuangkan agama Allah kita lakukan dan usahakan dengan ikhlas hanya berharap ridho Allah meskipun saat ini belum nampak hasilnya, bahkan sekalipun harus dianggap radikal dan bahkan ditangkap sebagai teroris. Kita harus terus menerus dan secara Istiqomah menyeru pada pada kebenaran Islam dan berjalan di jalan dakwah, agar kita tidak termasuk orang-orang yang merugi, seperti yang dijelaskan dalam surat Ali Imron ayat 104, "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Kunci Untuk Membuka Berkah dari Langit dan Bumi"