Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RAPE Memakan Korban, Islam Memberi Solusi Secara Tuntas

Oleh: Nur Itsnaini Maulidia 


Fenomena RAPE akhir-akhir ini sedang marak. Namun yang sangat disayangkan kasus-kasus semacam ini jarang terekspos di TV, koran, ataupun media elektronik lainnya. Karena itu komunitas Smart With Islam Muslimah Bangil mengadakan acara disline (diskusi online) MMC Millenials agar para remaja paham bahwa keadaan sekarang sedang tidak aman dan baik-baik saja. Acara ini dilaksanakan via WAG Smart With Islam Bangil pada tanggal 16 Desember 2021.


Kak Bilqis selaku pemateri mengawali dengan menjabarkan fakta RAPE yang terjadi akhir-akhir ini. Antara lain sebagai berikut. 1) Kasus pelecehan seksual dosen kepada salah satu mahasiswinya di UNSRI. 2) Kasus pemerkosaan oknum polisi kepada salah satu mahasiswi UB, tragisnya sampai hamil dua kali serta aborsi dua kali dan pada akhirnya korban mengakhiri hidupnya di atas makam ayahnya. 3) Kasus pemerkosaan seorang guru di Bandung kepada 14 santriwatinya. (Sumber MMC, 10/12/2021).


"Dengan banyaknya kasus RAPE, kita harus sadar bahwa ada yang salah dengan kondisi masyarakat saat ini. Masyarakat hari ini merupakan masyarakat yang liberal, hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tidak ada batasan. Pacaran dianggap biasa. Kalo sudah pacaran seolah-olah bebas untuk melakukan apa aja. Sampe rela ngelakuain rape ini. Astaghfirullah," jelas Kak Bilqis.


Kasus RAPE juga dipicu oleh media-media yang menayangkan konten-konten porno yang membangkitkan gharizah nau’ (naluri seksual), perempuan-perempuan yang tidak menutup aurat secara sempurna, serta UU yang malah melegalkan perzinahan, juga hukuman bagi pelaku yang tidak menjerakan.


"Penting kita pahami masyarakat bukan hanya terdiri dari entitas individu yang berkumpul, tapi masyarakat terbentuk dari pemikiran, perasaan, dan aturan yang sama. Seandainya pemikiran, perasaan, dan aturan itu disandarkan pada Islam yang secara praktis diwujudkan dalam sebuah sistem yang disebut khilafah, pastilah terjaga kehormatan wanitanya. Wanita sudah pasti dilindungi dan dijaga karena tugasnya yang mulia yakni mendidik generasi. Media-media juga pasti dijaga agar tidak menampilkan hal-hal yang diharamkan oleh Islam untuk dipertontonkan," tutur Kak Bilqis.


Dalam Islam sanksi bagi pelaku RAPE pasti membuat jera. "Sanksi dalam Islam untuk pelaku RAPE mempunyai dua fungsi yakni sebagai zawajir (preventer), mencegah seseorang untuk melakukan zina. Yang kedua sebagai jawabir (redeemer), penebus dosa kelak di Yaumil Hisab. Bagi si korban RAPE akan dikuatkan keimanannya dan diobati agar tidak trauma sehingga tidak kehilangan kendali atas diri sendiri yang berujung dengan bunuh diri. Beginilah Islam menuntaskan kasus RAPE sampai ke akar-akarnya." Pungkas Kak Bilqis mengakhiri acara. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "RAPE Memakan Korban, Islam Memberi Solusi Secara Tuntas"