Setitik Kebaikan Dibalas Seribu Kenikmatan
Oleh: Nulya Aminatu Zahra
Sobat, kebaikan itu tercipta dari hati nurani. Hati nurani yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Kebaikan mampu membawa kedamaian dalam kehidupan orang lain dan terutama pada diri kita sendiri.
Kebaikan yang hakiki tuh berasal dari keimanan kepada Allah. Ajaran Allah itu tidak pernah salah, Rasulullah buktinya. Beliau tidak pernah satu kali pun melakukan kezholiman pada orang lain bahkan sebelum dia menjadi Nabi. Faktor pertama karena hatinya yang bersih, nuraninya yang sehat dan akhlaknya yang mulia. Sedangkan faktor utamanya adalah ketakwaan beliau yang begitu luar biasa kuatnya kepada Allah SWT.
Guys, dalam melakukan kebaikan, kita ngga akan pernah rugi, bahkan akan senantiasa beruntung karena Allah sendiri lah yang akan membalas semua kebaikan kita, sekecil apapun itu.
Allah sendiri yang menjamin dalam Al-Qur'an.
"Barangsiapa yang berbuat kebaikan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula" . QS. Az-Zalzalah: 7-8"
Masyaallah, begitu luar biasanya Allah dalam menerapkan aturan untuk kita, kebaikan yang sebesar biji dzarrah pun akan di balas oleh Allah. Maka kita selaku hambanya harus percaya 100% tanpa ada sedikit pun keraguan pada-Nya. Maka niscaya kebaikan kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada kita.
Dan, mungkin, tanpa kita sadari, bahwa kebaikan-kebaikan yang kita lakukan itu sudah berbalik pada diri kita sendiri. Contohnya, kita bisa membaca tulisan ini dengan tenang dan damai, keimaman Islam yang masih melekat, masih bisa menghirup udara, masih bisa merasakan nikmatnya makanan dan minuman yang belum tentu orang lain pernah merasakannya, masih banyak lagi nikmat yang Allah kasih, mungkin karena kebaikan yang kita lakukan di masa lalu.
Allah berfirman
“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu.” (QS. Al-Qashas ayat 77)"
“Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku Berikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah ayat 122)."
Sayangnya, kita sebagai manusia sering melupakan kebaikan yang selalu Allah berikan dan sebagian orang benar-benar mengingkari atas segala kenikmatan yang ia dapati secara gratis. Kita kudu dan wajib banyak-banyak bersyukur dan mengingat kebaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Yuk guys, kita renungkan berapa banyak kebaikan yang telah kita terima setiap hari. Kita ingat satu demi satu nikmat yang takkan mampu kita syukuri selamanya. Berbuat baik kepada orang lain dan lingkungan pun sama saja dengan berbuat baik kepada diri sendiri :)
Wallahu a’lam bisshawab. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Setitik Kebaikan Dibalas Seribu Kenikmatan"