Cinta Membawa Celaka?
Oleh: Kak Ayu & Kak Dia (Member SWI Muslimah Bangil)
Pembahasan Tentang cinta selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan remaja. Hidup tanpa cinta bagai kopi tanpa gula katanya. Namun, cinta juga ada aturannya agar tidak membawa celaka. Tepat hari Senin, 27 Desember 2021, komunitas Smart With Islam Muslimah Bangil mengadakan diskusi online muslimah bertemakan "Cinta Membawa Celaka?" Acara dilaksankan via WhatsApp Grup Smart With Islam Bangil, yang mengahadirkan Kak Ayu sebagai pemateri dan didampingi oleh kak Ica selaku moderator.
Mengawali diskusi, kak Ayu memberikan sedikit pengertian tentang cinta, "Rasa cinta dan mencintai merupakan rasa yang sudah lumrah dimiliki oleh setiap insan manusia. Namun, banyak dari kita yang belum paham arti dari rasa cinta yg sesungguhnya, hingga menyalurkan rasa itu dengan pacaran. Cinta jika diwujudkan dengan pacaran akan selalu celaka. Sudah banyak fakta yang membuktikan pacaran berakhir celaka, seperti kasus Novia Widyasari yang hamil di luar nikah karena pacaran dan banyak lagi selainnya. Memang ada yang pacaran berjalan dengan baik hingga akhirnya menikah, namun tetap dia tidak akan selamat dari dosa mendekati zina atau celaka di akhirat," jelas Kak Ayu.
Dan yang membuat miris, pelaku pacaran bukan hanya satu atau dua orang, melainkan banyak sekali. Kak Ayu menjelaskan bahwa fenomena pacaran di kalangan remaja terjadi karena kita hidup dalam naungan sistem kapitalisme yang menjauhkan tatanan kehidupan dari syariat Islam sesungguhnya. Sehingga, pacaran di anggap hal yang wajar. "Padahal, dalam Islam, sudah jelas pacaran itu dilarang, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Isra' ayat 32 yang berisi larangan Allah SWT bagi kita untuk mendekati zina, karena sesungguhnya itu merupakan perbuatan keji dan jalan yang buruk," tutur Kak Ayu.
Islam juga memberi aturan yang dapat menghindarkan kita dari perbuatan zina, diantaranya: 1) Menutup aurat secara sempurna; 2) Menundukkan atau memalingkan pandangan; 3) Dilarang berkhalwat atau berdua-duaan di tempat sepi; 4) Dilarang berikhtilat atau campu baur antara laki-laki dan perempuan.
Aturan-aturan di atas tidak akan terlaksana dengan sempurna di bawah sistem kapitalisme sekuler, "Solusinya adalah mengganti sistem yang rusak ini dengan sistem Islam kaffah yang mampu menerapkan syariat Islam secara keseluruhan. Dengan ini, segala perbuatan maksiat termasuk aktivitas pacaran akan sirna di muka bumi," pungkas Kak Ayu menutup diskusi online kala itu. Wallaahu A'lam. (reper/yuni)

Posting Komentar untuk "Cinta Membawa Celaka?"