Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jadilah Generasi Cerdas Yang Tidak Mudah Termakan Hoaks

Oleh: Mochamad Efendi


Memang tidak bisa dipungkiri banyak hoaks bertebaran hanya karena dilandasi kebencian. Video diedit, perkataan yang sensitif dan kontroversi  di-blow up agar memunculkan kebencian dan sentimen pribadi yang menghilangkan kecerdasan dalam berfikir. Tapi haruskah kita menutup mata dan telinga atas berita dan fakta yang terkadang butuh kita luruskan saat tidak sesuai dengan Islam. Dan bisa jadi tulisan itu mengandung kebenaran yang bisa  meluruskan pemikiran kita yang bengkok. Bukankah saling menasehati adalah penting kita lakukan agar kita tidak termasuk orang-orang yang merugi, bukan mencaci atau menghakimi atas dasar kebencian dan dendam. Mari saling memahami, bukan saling menyalahkan agar terjaga ukhuwah persaudaraan dalam ikatan akidah Islam yang tidak mudah dipecah belah. 


Bagaimana bisa kita putuskan untuk tidak baca, hanya melihat judulnya saja tanpa memahami isinya, langsung pada kesimpulan bahwa isinya pasti hoaks, karena melihat siapa yang mengeshare atau melihat penulisnya yang tidak disukai. Berfikir ingin terhindar dari hoaks tapi faktanya termakan oleh hoaks. Bisa jadi ada kebenaran dari tulisan orang yang kita tidak suka. Atau sebaliknya, bisa jadi ada kesalahan pemikiran dari orang yang kita puja dan suka. Jadi tidak bijak jika kita selalu menganggap buruk apa yang dikatakan orang yang kita benci. Berlakulah adil, dengan memahami apa yang dikatakan bukan siapa yang mengatakan.


Gaes, jadilah generasi cerdas yang tidak mudah termakan hoaks, bukan menutup mata dan telinga karena prasangka kita pada satu golongan yang kita tidak suka. Cahaya ilmu bisa jadi ada pada tulisan yang kita anggap hoaks. Mungkin saja fakta kita anggap sebagai hoaks hanya karena melihat siapa yang membawa berita. Berhati-hati dalam membaca fakta berita adalah harus, bukan berarti tidak membacanya. Cerdas membaca fakta dengan tidak mengedepankan prasangka dan kebencian sehingga kita bisa berfikir adil dan objektif terhadap satu sumber informasi. Jangan karena kebencian pada satu kaum, membuat kita berbuat tidak adil, dengan menjastifikasi buruk tentang tulisan seseorang tanpa membacanya dengan seksama.


Aneh gaes, jika dengan pemikiran yang jelas sekuler dan liberal bisa toleran dan mau membaca dan mengkajinya, namun  bersikap keras dan intoleran pada saudara kita sesama Muslim. Tidak adil jika kita sangat keras dan tidak toleran pada sesama Muslim hanya  karena perbedaan pandangan dan penafsiran.. Harusnya kita saling menghargai dan menghormati selama ada dalil yang bersumber dari hukum Islam. Marilah diskusi dan saling menasehati untuk mencari kebenaran hakiki, bukan menjadi pemenang dan ingin dianggap hebat. Ingatlah, kesombongan telah menggelincirkan seseorang dengan tidak mau mendengarkan dan menerima kebenaran. Menutup mata dan telinga dengan tidak membaca satu tulisan bukanlah keputusan yang bijak, tapi bentuk kesombongan.


Membaca, belajar dan membuka wawasan agar memiliki pemahaman luas dan mampu menghargai perbedaan, terutama pada saudara kita seiman. Bagaimana bisa kita intoleran pada saudara kita sendiri, tapi toleran pada mereka yang memiliki pemikiran sekuler dan liberal. Kita harus terbuka dan toleran dalam perbedaan tapi tidak pada kekufuran. Gaes, jangan takut termakan hoaks, tapi cerdaslah dalam melihat fakta sehingga mampu memilah mana fakta dan mana fitnah. Bagaimana kita bisa melihat fakta dan kebebaran jika memutuskan untuk tidak membaca, menutup mata dan telinga, hanya karena takut termakan hoaks. Tidak kita sadari kita sudah termakan hoaks dengan hanya membaca satu sumber informasi dan menolak dari yang lain karena rasa benci dan prasangka kita yang berlebihan. Padahal, kita harusnya membandingkan berbagai informasi dan fakta secara  cerdas, dan mempu memilih kebenaran dengan menjadikan Islam sebagai landasan pemikiran . 


Gaes, ingat kaidah fiqih dan perkataan yang penuh hikmah,

 أنظر ما قال ولا تنظر من قال

Yang artinya "lihatlah apa yang dikatakan dan jangan lihat siapa yang mengatakan". Bisa jadi dari orang yang tidak kita suka, ternyata perkataan atau tulisannya mengandung kebenaran, sebaliknya bisa jadi dari orang yang kita suka dan hormati ternyata ada hal yang tidak sesuai dengan Islam yang harus kita luruskan. Jadi jangan keburu menjastifikafi satu tulisan, sebagai hoaks hanya dengan membaca judulnya. Setelah membaca dengan seksama, lantas kita bisa menilai apa yang disampaikan benar atau salah. Jika memang mengandung kebenaran kenapa tidak kita terima. Tidak usah malu ataupun ragu untuk menerima kebenaran. Jangan karena kesombongan seperti yang terjadi pada raja Fir'aun dan Namrud, sehingga menolak kebenaran. 


Gaes, selain perintah Allah, membaca harus dijadikan kebiasaan dan gaya hidup terutama kalian yang masih remaja agar kalian sukses di sekolah, unggul di masyarakat menjadi kebanggaan kedua orang tua. Membaca perlahan mengasah ketajaman dalam berfikir sehingga tidak akan mudah terprovokasi dan termakan hoaks. Remaja tidak boleh malas membaca. Remaja dengan karakter kuat dan berkepribadian Islam tidak akan mudah  diwarnai pengaruh buruk didalam sistem yang buruk. Remaja hebat, unggul akan memberi warna positif pada siapa saja yang ada disekitarnya. 


Remaja pemimpin masa yang akan membawa pada suatu perubahan hakiki dengan Islam. Perubahan tidak mungkin diharapkan dari remaja biasa yang tudak suka membaca. Remaja yang tidak mau membuka mata dan telinga, dan bersikap cuek. 


Gaes teruslah menyampaikan kebenaran Islam baik lewat tulisan maupun secara lisan, meskipun tidak didengarkan atau tulisan yang kita share dihapus dan tidak dibaca. Bahkan terkadang tidak dianggap dan dapat hinaan dan hujatan. Teruslah, dijalan dakwah meskipun tidak disukai banyak orang. Kita berdakwah untuk menyampaikan kebenaran Islam, bukan untuk menghibur banyak orang, bukan pula ingin viral dan populer serta disanjung banyak orang. Bahkan meskipun dapat ancaman saat bertentangan dengan keinginan penguasa, dakwah tidak boleh berhenti. Kebenaran Islam harus terus kita sampaikan apa adanya bukan dirubah atau dimodifikasi agar bisa diterima banyak orang. Masyarakat dan sistem yang rusak harus dirubah dengan Islam. Kehidupan Islami harus diwujudkan meskipun mendapatkan banyak penolakan dan tantangan. Bukankah itu juga yang dialami oleh para nabi dan rasul serta mereka yang Istiqomah di jalan dakwah. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Jadilah Generasi Cerdas Yang Tidak Mudah Termakan Hoaks"