Potensi Intelektual Manusia
Oleh: Mia Fitriah Elkarimah
Salah satu potensi penting yang dibawa manusia adalah, potensi intelektual. Makhluk paling cerdas di planet ini adalah manusia. Secara naluri dan Indra berada jauh di belakang hewan-hewan tertentu, manusia kalah dengan tikus dari segi penglihatan di malam hari, bahkan lalat dari segi penciuman, kalah dari harimau dari segi kekuatan otot, kalah dari ikan terkecil dari kemampuan berenang dan lain sebagainya. Akan tetapi semua hewan baik yang ada di darat, laut, udara tidak dapat dikalahkan dengan kemampuan kecerdasan manusia yang dimilikinya.
Manusia dengan potensi akal, verbal dan potensi grafisnya yang dianugerahkan Allah kepadanya, mampu mengubah dan mengembangkan budayanya secara progresif sejalan dengan kebutuhan dan dinamika kehidupan di lingkungannya. Sebuah karya arsitektur bangunan misalnya merupakan perpaduan antara potensi intelektual, komunikasi ide dan keterampilan grafis dalam bentuk desain dan dituangkan dalam bentuk karya nyata monumental semuanya diperoleh melalui hasil belajar dari serentetan proses panjang yang didukung oleh potensi yang siap dikembangkan.
Potensi yang dimiliki oleh manusia untuk berpikir mengambil keputusan berkarya secara kreatif, potensi inipun tergambar sejak penciptaan manusia pertama kali ketika selesai diinstal kan pengetahuan dan kecerdasan padanya, mampu menyebutkan benda-benda di sekelilingnya sebagai simbol kecerdasan yang dimilikinya. Hal ini tidak mampu dilakukan oleh malaikat sekalipun ketika itu sebagaimana tergambar pada rangkaian penciptaan Adam sebagai khalifah dalam surah al-Baqarah.
Usaha manusia untuk memanfaatkan intelektualitasnya dari zaman ke zaman telah membuahkan hasil penemuan demi penemuan di bidang teknologi, telah membuat kehidupan manusia terasa lebih mudah, ditemukan listrik telah menyingkirkan kegelapan malam, ditemukan telepon telah menyirnakan jarak waktu seseorang, ditemukan televisi cara melipat keluasan bumi, ditemukannya komputer jaringan internet smartphone dan aplikasi-aplikasi lainnya telah mempercayakan sebuah kemustahilan, kini dengan seluruh penemuan tersebut alam dengan segala rintangan kondisi cuaca dan jarak tidak lagi menjadi hambatan yang signifikan. Hanya dalam hitungan detik seseorang mampu berbicara dengan orang lain meski jarak mereka dipisahkan oleh dua benua yang berbeda.
Sayangnya musik kemajuan teknologi telah mereka capai kebahagiaan kesuksesan kesempurnaan yang menjadi idaman tak kunjung datang. Sebaliknya kemajuan teknologi itu seolah berdiri menjadi ancaman baru bagi umat manusia dan kemanusiaan. Sebagaimana orang tua pun mendapati kenyataan yang pahit bahwa dengan kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat semakin menambah beban mereka dalam mendidik dan mengawasi putra-putri mereka yang setiap saat bisa menjadi korban kejahatan cybercrime dan pergaulan dunia maya yang tanpa batas.
Bagi umat Islam sebenarnya jauh sebelum itu kemajuan teknologi bukanlah kunci dari keberhasilan manusia. Inilah yang terjadi pada suku 'Ad. Kita juga diberitahu bahwa kekayaan bukanlah jaminan kesempurnaan seperti yang terjadi pada Karun. Pun juga kekuasaan bukanlah segala segala seperti yang terjadi pada Firaun. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Potensi Intelektual Manusia "