Keruntuhan Akibat Perpecahan
Oleh: Nurul Madinah (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)
Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu berpecah pecah belah dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuh, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu jadilah kamu dengan karunianya menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka,lalu Allah menyalamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayatnya kepada kamu agar kamu mendapat petunjuk ( Q.S. Ali-imran:103)
Tahun 1924 adalah tahun runtuhnya khilafah islam, sejak saat itu semua wilayah yang sebelumnya bersatu di bawah sistem khilafah islamiyah dengan pemimpinya seorang kholifah menjadi terpecah belah. Menjadi lebih dari 50 negara, pecahan wilayah ini dalam keadaan mau ataupun terpaksa merubah haluan kepemimpinanya dengan sistem hidup yang tidak islami.
Beberapa wilayah memiliki hidup dengan sistem kerajaan, sebagianya lagi memilih dengan mengambil suara terbanyak dari masyarakat sebagai sumber hukum atau yang bisa kita kenal dengan demokrasi.
Awalnya wilayah ini yang di kenal negara ini hidup dengan aman dan damai, tapi sedikit demi sedikit musuh islam yang sudah menguasai peradaban ini dan melancarkan aksinya, sehingga membuat orang murtad pun bertambah banyak, dan ketika itu muslim tak lagi menjadi mayoritas, di saat itu umat islam di tindas,di siksa, bahkan di bantai.
Sudah banyak negara yang mayoritas muslim yang awalnya aman dan damai menjadi mencekam karena masyarakat muslim di kejar-kejar untuk di bunuh . Contohnya India, Suriah, Afganistan, bahkan myanmar. Tidak cukup sampai di situ akibat perpecahan ini di mesir dan di madinah malah terjadi penampakan dan penbunuhan, keadaan pilu dan membuat darah memanas itu sekarang hampir terjadi di negara tempat kita berpijak seperti di ambon dan lampung. Kejadian tang tidak berperikemanusiaan kerap rerjadi, hukum yang tidak seimbang selau menghiasi potret kelam negeri demokrasi ini yang membuat kita banyak mengusap dada. Tidak ada yang rela perpecahan kaum muslim kecuali musuh-musuhnya. Rasullulah SAW bersabda: "berjamaah adalah rahmat dan berpecah belah adalah azab".
Cukup tulisan singkat ini menyadarkan kita tentang hancurnya islam karena perpecahan, tingkatkan kesadaran dan langkah kita untuk mengembalikan sistem Islam guna menyelamatkan muka bumi. Keruntuhan ini bukan terjadi karena sedikitnya umat islam, karena umat islam sekarang makin banyak, bukan pula ilmu islam semakin hilang, karena ilmu islam yang kita saksikan semakin berkembang.
Melainkan keruntuhan ini terjadi karena hilangnya kepemimpinan itu sendiri. Sudah saatnya kita bersatu di bawah satu khalifah pemimpin yang menjadikan Al quan dan Assunah sebagai pedomannya, wallahu a'lam bi shawab. (reper/ar)


Posting Komentar untuk "Keruntuhan Akibat Perpecahan "