Tawuran Antar Pelajar Berulang, Butuh Generasi Cerdas Masa Depan Gemilang
Oleh: Minah, S.Pd.I
Remaja adalah agen perubahan, dialah penerus bangsa yang mampu mengubah wajah peradaban. Usia mereka yang kuat dan produktif. Para remaja harus memahami identitas dirinya. Berpegang teguh pada prinsip yang kuat. Prinsip yang lahir dari sebuah keyakinan dalam memandang kehidupan. Agar mampu menjadi remaja yang cerdas dan berkualitas.
Sayangnya, kebanyakan remaja zaman sekarang justru mengalami krisis identitas. Tidak memahami jati dirinya. Jauh dari agamanya dan lebih memilih gaya hidup bebas. Temuan kasus pergaulan bebas antarpelajar hingga melakukan perzinaan tidak terhitung lagi jumlahnya. Hampir setiap hari memenuhi lini media masa. Fakta-fakta pergaulan bebas, tawuran, narkoba di kalangan remaja yang semakin meningkat menambah deretan kegelapan hari-hari yang menimpa umat. Ini sungguh sangat memprihatinkan. Astaghfirullah.
Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita tawuran antarpelajar. Sebagaimana dilansir di media detik.com (27/2/2022), Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok menangkap tujuh anak muda yang hendak tawuran. Para ABG itu diketahui siaran langsung di media sosialnya untuk mencari lawan tawuran.
Kasus yang sama juga terjadi di Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Polres Semarang mengamankan delapan siswa SMP beserta sejumlah senjata tajam yang akan mereka pakai untuk tawuran. Miris!
Tak bisa dipungkiri, bahwa sebuah ide yang lahir dari paham sekuler, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Paham yang menjadikan agama hanya sebatas ritual. Alergi dengan aturan agama dalam ranah kehidupan. Mirisnya, paham sesat ini justru telah menjangkiti umat Islam termasuk para remajanya.
Jadilah mayoritas remaja Islam hari ini mengalami krisis identitas. Kebanyakan remaja Islam justru mengikuti gaya hidup bebas ala Barat. Barat dijadikan kiblat dalam menjalani kehidupan. Tanpa memperhatikan halal dan haramnya.
Padahal, Masa remaja adalah masa di mana dia masih mencari jati dirinya, penuh rasa penasaran, mudah memahami fakta dan banyak waktu luangnya. Tergantung baginya apa yang harus dia lakukan sesuai dengan apa yang dia pahami. Di sini remaja harus cerdas dalam melakukan apa pun agar tidak menyimpang.
Oleh karena itu, kita harus segera kenali identitas diri. Tetapkan tujuan hidup agar arah hidup lebih jelas. Dari mana kita berasal, untuk apa kita diciptakan dan mau ke mana setelah mati.
Islam menjelaskan dengan gamblang bahwa kita berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Allah sebagai Al-Kholiq (Pencipta) sekaligus Al-Mudabbir (Pengatur). Jadi, dalam hidup ada perintah dan larangan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang harus kita taati.
Maka tujuan dari hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang artinya “dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat:56).
Ini semua akan kita pahami jika kita mengkaji Islam kaffah. Karena menuntut ilmu itu sangat penting bagi kita. Kita akan mengetahui mana yang halal dan mana yang haram. Sama halnya ketika ingin beramal saleh, kita harus mengetahui ilmunya. Misal, kita mau sholat, maka harus tahu dulu bagaimana cara sholat, apa dulu yang harus dilakukan, dan apa bacaannya. Nah itu semua kita akan mengetahuinya ketika kita mengkaji ilmu Islam.
Mengkaji Islam adalah suatu kewajiban. Karena setiap Muslim wajib untuk menuntut ilmu Islam. Islam sebagai agama sangat memperhatikan masalah pendidikan. Dalam Al-Qur'an maupun as Sunah, dapat diketahui bahwa Islam mewajibkan setiap Muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu. Bahkan Allah memberikan derajat yang lebih tinggi kepada setiap orang yang berpengetahuan.
“... Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah:11)
“Menuntut ilmu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah, Ibn Adi, al-Baihaqi dan at-Thabrani).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
“Siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah pasti akan membukakan bagimu suatu jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat akan melebarkan sayap keridhoan bagi seorang pencari Ilmu. Sesungguhnya seluruh makhluk yang ada di langit maupun yang ada di bumi hingga bahkan ikan-ikan di dasar laut akan memintakan ampunan kepada Allah bagi seseorang yang berilmu. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dengan seorang ahli ibadah adalah laksana keutamaan cahaya bulan purnama pada malam hari atas seluruh cahaya bintang. Sesungguhnya pula, orang-orang yang berilmu (para ‘alim ulama) adalah pewaris para Nabi, sementara para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan Ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambil ilmu, ia berarti telah mengambil bagian yang sangat besar.” (HR. Abu Dawud, ibnu Majah, at- Tarmidzi).
Oleh karena itu, generasi saat ini haruslah menjadi remaja yang cerdas dengan mengkaji Islam, agar kita dapat mengetahui betapa indahnya Islam, indahnya aturan-aturan yang Allah berikan kepada setiap hambanya. Itu semua akan kita ketahui jika kita mau mengkaji Islam kaffah.
Dengan mengkaji Islam kaffah, kita akan mengenal Islam lebih dalam. Ini satu-satunya cara untuk mengisi ‘bahan bakar’ tsaqofah kita agar kita mengetahui mana yang halal dan mana yang haram. Dengan begitu kita bisa menjaga diri untuk tetap tunduk dan taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan menjauhi maksiat. Sehingga kita bisa menjadi remaja smart with Islam.
Ingat, mengkaji Islam kaffah tidak hanya untuk dipelajari saja, namun diaplikasikan dalam diri serta didakwahkan atau disampaikan kepada sesama saudara semuslim. Dengan begitu kita akan memahami agama kita dengan benar dan bangga berislam kaffah. Insya Allah.
Wallahua'lam. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Tawuran Antar Pelajar Berulang, Butuh Generasi Cerdas Masa Depan Gemilang "