Tentang Adzan, Panggilan Yang Mulia
Oleh: Nazwar Syarif
Sesungguhnya kita sebagai Hamba Allah dipanggil oleh Allah hanya 3 waktu saja dalam hidup ini yang pertama Panggilan Azan (Waktu Masuk Sholat Wajib), kedua Panggilan ke tanah Suci yaitu ke Makkah (Naik Haji), ketiga panggilan menghadap Allah Subhana wa ta'ala (Meninggal).
Ramai dan sedang hangat diperbincangkan dijagat sosial media salah seorang menteri yaitu Menteri Agama mengatur Volume Azan agar dikecilkan karena dikhawatirkan mengganggu umat yang lainnya yang bukan muslim.
Pak Menteri Agama juga menyamakan suara Azan dengan Gonggongan anjing Naudzubillah min dzalik.
Ditulisan ini saya mengutip dari beberapa hadist Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tentang adzan diantaranya :
1. Apabila azan dikumandangkan, maka setan berpaling sambil kentut hingga dia tidak mendengar azan tersebut. Apabila azan selesai dikumandangkan, maka ia pun kembali. Apabila dikumandangkan iqamah, setan pun berpaling lagi. Apabila iqamah selesai dikumandangkan, setan pun kembali, ia akan melintas di antara seseorang dan nafsunya” (HR. Bukhari no. 608 dan Muslim no. 389).
2. Dari 'Abdullah bin 'Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah bahwasanya Abu Sa'id Al Khudry ra. berkata kepadanya: "Sesungguhnya saya melihat engkau pada kambing dan suka berada di tengah hutan, apabila engkau sedang menggembala kambing atau berada di tengah-tengah hutanmu kemudian engkau adzan untuk salat maka keraskanlah suaramu karena sesungguhnya yang mendengar suara orang yang adzan itu baik itu jin, manusia maupun sesuatu yang lain pasti akan menjadi saksi baginya nanti pada hari kiamat". Abu Sa'id berkata lagi: "Demikianlah yang saya dengar dari Rasulullah saw.". (Riwayat Bukhari).
Dari hadist diatas sudah jelas Setan sangat benci dengan suara Azan dan Rasulullah pun menyuruh muazin untuk mengeraskan suara azan bukan mengecilkannya.
Jelas dengan adanya aturan baru ini sebenarnya ini adalah Moderisasi beragama, bukan soal toleransi antar agama, tapi kriminalisasi Islam dan islamophobia ini telah nyata di negeri kita tercinta. Wallahu alam. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Tentang Adzan, Panggilan Yang Mulia"