Indahnya Hari Pertama Ramadhan Bersama Keluarga
Oleh: Mochamad Efendi
Sahur bareng di hari pertama puasa di bulan Ramdhan sungguh menyenangkan. Semua anggota keluarga berbagagia, bangun pagi bahkan sebelum adzan subuh dikumandangkan. Hidanganpun sudah siap untuk makan saur di meja makan. Semua terasa nikmat, setelah membaca niat puasa Ramadhan, hidangan yang ada di meja makan kita santap untuk memenuhi perut kita agar badan kita kuat untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan di hari pertama. Sungguh indah, kemudian berangkat bersama menuju mushola untuk sholat Subuh berjama'ah.
Gaes, luar biasa pemandangan yang tidak biasa di mushola. Biasanya Mushula hanya terisi yang dua shaff, pada hari pertama bulan Ramadhan penuh dengan jama'ah shubuh. Kesadaran umat sungguh meningkat untuk beribadah di bulan Ramadhan. Sungguh, senang semoga para pemimpin dan pejabat muslim juga punya kesadaran untuk berislam kaffah. Dengan kekuasaannya, mereka memimpin dengan aturan Allah. Kesadaran untuk menerapkan Islam secara kaffah semoga tumbuh dalam kesadaran umat sehingga berjuang bersama-sama menegakkan sistem Islam yang mampu mewujudkan kehidupan Islami yang tidak hanya terlihat di masjid dan di bulan Ramadhan, tapi di semua sektor kehidupan. Kesadaran hubungan dengan Tuhan akan mencegah mereka dari perbuatan keji dan mungkar.
Di hari pertama bulan Ramadhan, lantunan bacaan al-Qur'an terdengar disana sini membuat hati terasa sejuk dan keimanan meningkat sehingga terasa ringan melangkahkan kaki untuk menjalankan serangkaian ibadah di bulan suci yang penuh berkah. Lebih indah lagi, jika kandunan ayat-ayat suci tidak hanya diperdengarkan tapi juga bisa diterapkan dalam mengatur kehidupan. Tidakkah kita sebagi umat Islam, menginginkan Islam bisa diterapkan secara kaffah dalam kehidupan. Jangan alasan toleransi, kebinekaan dan kearifan lokal, Islam dihambat untuk deterapkan, dengan lebih memilih hukum kufur dan buatan manusia yang tidak nemanusiakan manusia. Hukum dzalim yang tidak bisa berlaku adil bagi seluruh rakyatnya, dan lebih menguntungkan oligarki apa layak untuk diterapkan dengan mengesampingkan hukum Islam.
Gaes, sungguh indah hari pertama di bulan Ramadhan bisa menjalankan puasa agar kita bisa menjadi umat Islam yang bertaqwa. Dalam al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183, "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." Indahnya jika umat sungguh-sungguh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramdhan, mereka akan terjaga dari perbuatan maksiat, sebaliknya ibadah semakin meningkat, sehingga hidup rakyat menjadi aman dan tentram meskipun bayang-bayang covid-19 masih menghantui dan mengancam umat. Kataqwaan membuat umat tidak gelap mata untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka akan bersabar dan terus bersyukur dalam menjemput rezeki dengan cara yang halal yang diridhoi oleh Allah SWT. Terasa sejuk dan indah hidup bersama, umat yang bertaqwa dengan menjauhi semua laranganNya dan menjalankan semua perintahNya. Keberkahan dan pertolongan Allah akan segera datang agar negeri ini segera keluar dari masalah. Bukan adzab yang pedih karena kurang bersyukur dengan memilih hukum kufur yang merupakan hasil kesepakatan orang-orang yang berambisi dan serakah atas kekuasaan.
Gaes, indahnya sholat tarawih bersama di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Setelah merasakan nikmatnya berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang terasa lezat, tidak seperti biasanya. Setelah Lapar, haus dahaga sirna tubuh terasa kuat untuk menjalankan sholat magrib. Membaca Al-Qur'an sambil menunggu panggilan sholat Isa'. Lagi-lagi pemandangan yang luar biasa karena masjid penuh dengan jama'ah yang ingin menghiasi malam pertama dengan serangkaian ibadah sholat yang tidak ditemukan diluar bulan Ramadhan. Luar biasa, semangat umat untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah begitu besar. Rupanya umat merindukan satu kehidupan yang membuat mereka mulia, menjadi sebaik-baik makhluk. Suasana Ramadhan begitu terasa saat Bilal mengumandakan panggilan untuk sholat tarawih. Hati terasa tentram, merasakan suasana Ramadhan yang sudah lama kita rindukan.
Gaes, sungguh indah bisa menghiasi hari-hari berikutnya di bulan Ramdhan dengan serangkaian ibadah yang jika dilakukan sungguh-sungguh akan mengantarkan pada kemuliaan. Dan sungguh luar biasa jika kehidupan Islami seperti yang kita saksikan di bulan Ramadhan terus terasa sepanjang tahun. Tentunya kita tidak bisa berharap dari sistem sekuler demokrasi bisa menghadirkan kehidupan Islami sepanjang tahun, tapi sistem Islam yang akan bisa mewujudkannya. Tegaknya sistem Islam harus diperjuangkan bersama-sama agar kesejahteraan bukan hanya milik oligarki tapi untuk semua rakyat. Begitu pula keadilan hukum juga akan dirasakan bukan hanya untuk umat Islam tapi seluruh rakyat. semua sudah terbukti, bagaimana bisa muslim sejati tidak menginginkan kehidupan Islami. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Indahnya Hari Pertama Ramadhan Bersama Keluarga"