Kasih Ibu Sepanjang Masa
Oleh: Rantika Nur Asyifa
Sobat Perubahan, tidak diragukan lagi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Keringat dan darah sekalipun rela bercucuran agar anaknya bahagia. Ibu selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Ibu hanya ingin ketika kelak anaknya dewasa, lebih baik darinya, menjadi orang sukses, dan selalu dalam keadaan bahagia.
Tidak ada seorang ibu yang menginginkan anaknya sengsara, jauh dari kelayakan atau kebahagiaan. Berikut beberapa kasus dimana seorang ibu berprilaku tidak baik kepada anak-anaknya dengan berdalih rasa kasih sayang. Kita juga harus terlebih dahulu mengetahui penyebab mengapa seorang ibu tega melakukan hal tidak baik kepada anaknya.
Kasus pembunuhan sadis dengan pelaku seorang ibu muda berinisial KU (35 tahun) di Brebes, Jawa Tengah, yang menggorok leher anak kandungnya yang berusia 6 tahun, dan melukai 2 anak kandung lainnya menggegerkan masyarakat. Sebab, ibu muda yang dikenal pendiam di antara para tetangganya ini, tega menghabisi darah dagingnya sendiri dengan sadisnya.
Ahli Psikologi Forensik, Reza Indra Giri Amriel mengimbau, kepada pihak kepolisian untuk memeriksa lebih lanjut kejiwaan pelaku. Walaupun dari berita yang ada, penyebab pelaku melakukan tindakan sadis tersebut kepada anaknya karena alasan ekonomi, kesulitan hidup.
"Kasus serupa saat seorang ibu di Jabar meracuni ketiga anaknya. Tapi, mungkin ada kondisi psikologi abnormal tertentu," kata Reza Indra Giri kepada wartawan, Ahad (20/3/2022).
Selain itu, kasus penemuan mayat bayi berusia sebulan di dalam sumur di Jember, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Bayi tersebut ternyata dibuang oleh ibu kandungnya sendiri, FN (25). Hilangnya bayi tersebut sempat membuat heboh warga setempat.
FN nekat membunuh bayinya sendiri karena sering diejek.
"Dia mengaku marah pada dirinya sendiri, sebab merasa sering diejek akibat memberi bayinya susu formula." (Tribunnews.com).
Kasus berulang ini tak cukup disolusi dengan perbaikan kejiwaan individu pelakunya. Problem ini seharusnya mendorong negara menghapus semua factor (sistemik) yg mentrigger masalah kejiwaan kaum ibu. Semakin marak nya kenaikan harga bahan-bahan pokok, bahan bakar, dan kebutuhan lainnya membuat para ibu tertekan dan merasa semakin berat beban yang dipikul.
Seorang ibu tidak mungkin melakukan hal keji sebagaimana kasus diatas tanpa sebab. Depresi yang selalu menghantui, hidup dan mati yang selalu dipikirkan membuat seorang ibu menenggelamkan jauh-jauh rasa kasih dan sayangnya. Orang yang paling lembut dan penuh kasih sayang berubah menjadi penuh kemarahan.
Sudah saat nya kembali kepada Islam yang begitu memuliakan seorang Ibu. Sebagaimana Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam bersabda.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).
Wahai Sobat, hormatilah dan berbuat baiklah kepada ibu dan bapakmu. Ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu. Bapak yang telah berjuang menafkahimu dan selalu berusaha bertanggung jawab untuk keluarga dan membahagiakanmu.
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaaf : 15). Wallahu a’lam bisshawab. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Kasih Ibu Sepanjang Masa"