Mengambil Hikmah dari Pertandingan Real Madrid Vs Liverpool
Oleh: Al Azizy Revolusi (Founder @koreapi.1453)
Gaes, tau gak? Di laga final liga Champions tahun ini, Liverpool berhasil melesakkan 24 tendangan, dan 9 di antaranya ke arah gawang tapi sayangnya, gak ada satupun yang berbuah gol.
Sementara Real Madrid hanya bisa melesakkan 4 tendangan, hanya 2 yang ke arah gawang tapi bisa berbuah satu gol dan akhirnya, pertandingan tersebut dimenangkan oleh Squad Los Blancos.
Dari sini, kita bisa mengambil pelajaran untuk kehidupan kita, yakni dari banyaknya amal shalih yang kita lakukan belum tentu semuanya berbuah "gol", belum tentu semuanya diterima Allah Subhanahu wata’ala. Kenapa? Karena bisa jadi "tertepis" sama rasa sombong kita, rasa tidak ikhlas kita, dan banyaknya dosa-dosa lain yang sering kita lakukan.
Sebaliknya, bisa jadi amal shalih yang terlihat sedikit tapi semua amal itu bisa berbuah "gol" di hadapan Allah Subhanahu wata’ala. Semua amalan itu, walaupun sedikit tapi diterima oleh Allah. Kenapa? Karena hati yang ikhlas, tidak sombong dan tidak terlena dalam kemaksiatan.
Maka jadilah "Real Madrid" yang meskipun hanya membuat sedikit "peluang" tapi semuanya itu efektif dan berbuah gol. Yaitu yang sedikit amalan tapi semuanya ikhlas, semuanya itu berkualitas maka ini jauh lebih baik. In syaa Allah akan menjadi pemenang di hadapan Allah Subhanahu wata’ala.
Eit, tetapi bukan berarti tidak boleh menjadi "Liverpool" yang banyak "peluang" tapi tidak ada gol satupun. Tetaplah membuat "peluang" atau amalan yang banyak tapi tentunya berusaha menjadi amalan yang berkualitas.
Sebab, amalan itu bukan hanya tentang kuantitas (banyaknya) tapi kita juga harus memperhatikan kualitasnya.
Lantas, bagaimana menentukan amal ibadah kita itu sudah berkualitas atau belum? Bagaimana menentukan ibadah kita sudah diterima atau belum?
Para ulama menyampaikan, bahwa syarat diterimanya ibadah itu adalah ikhlas dan juga sesuai dengan hukum syara'. Ikhlas hanya karena Allah semata dan sesuai dengan hukum syara’ yaitu mengikuti tuntunan dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah atau yang ditunjukkan oleh keduanya, yakni ijma’ sahabat dan qiyas.
Oleh karena itu, jika ingin memiliki amalan yang berkualitas maka tingkatkan keikhlasan hati kita dalam beribadah dan tentunya harus sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh syariah, tidak ditambah-tambahkan apalagi dikurangi.
Nah, biar tahu mana amal yang sesuai dengan hukum syara’, ikutlah kajian-kajian keislaman. Yuk ngaji. Wallahu a’lam. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Mengambil Hikmah dari Pertandingan Real Madrid Vs Liverpool"