Saat Diam Adalah Emas
Oleh: Mochamad Efendi
Bicaralah memang jika diperlukan untuk menyampaikan kebenaran, tapi diamlah jika tidak ada manfaatnya, apalagi jika ucapan yang keluar dari mulut kita membawa keburukan. Saat itulah diam adalah emas, saat berbicara tidak membawa kebaikan. Perkataan sia-sia dan dusta tidak seharusnya keluar dari lisan kita. Jaga perkataan kita, dan bahkan lebih baik diam jika jiwa sudah dikuasai emosi, kemarahan sehingga tak mampu menjaga lisan agar menghasilkan kebenaran.
Gaes, saat perdebatan sudah tidak sehat saling menyalahkan dan mencari pembenaran bukan kebenaran, sebaiknya kamu diam. Sast itulah diam adalah emas. Ego dan emosi sudah menguasai, sehingga debat kusir terjadi dan tidak menghasilkan kebaikan apa-apa. Percuma diteruskan jika tujuan berdebat bukan untuk mencari kebenaran. Ingin menjadi pemenang dengan menjatuhkan lawan bicara sehingga bukan kebenaran yang dihasilkan, tapi sakit hati dan dendam.
Saat membicarakan keburukan orang lain, diam adalah emas. Berghibah bukanlah perbuatan terpuji. Allah Swt melarang hamba-Nya untuk berghibah, karena dengan melakukan ghibah sama saja seperti memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Saat perbincangan sudah mengarah pada ghibah, sebaiknya kita diam dan tinggalkan percakapan yang sia-sia. Bukankah kita juga akan sakit hati jika mengetahui keburukan kita dibicarakan dibelakang kita. Manis didepan, tapi suka membicarakan keburukan dibelakang kita bukalah sifat terpuji dan harus dihindari
Diam adalah emas, saat emosi sudah menguasai diri. Amarah membuat lisan kita tidak terkontrol dan menghasilkan perkataan yang hanya memunculkan penyeselan dikemusian hari, saat kita menyadari bahwa apa yang kita katakan salah. Namun, sering kata-kata saat sedang marah sudah melukai banyak orang. Oleh kerena itu saat marah, emosi tidak terkontrol, menahan diri tidak berbicara adalah pilihan terbaik. Diam adalah emas saat kata-kata yang keluar hanya dilandasi amarah yang memicu kebencian dan dendam.
Ada kalanya diam adalah emas saat kita mendengarkan nasehat, jangan keburu menjawab. Nasehat terkadang ditujukan pada diri kita, atau pada semua orang. Ambil hikmah dengan memperhatikan dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Apalagi jika nasihat itu disampaikan dalam satu majelis ilmu atau khotbah jum'at. Diam dalam emas, mendengarkan nasehat dari kalimat yang penuh hikmah adalah sikap yang terpuji yang harus dilakukan. Bisa jadi nasehat yang kita dengarkan menyentuh hati kita, kemudian bergerak melakukan banyak kebaikan. Diam adalah emas, selama banyak bicara itu tidak membawa kebaikan. Jika hanya menghasilkan kesia-sian dan keburukan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, untuk apa berbicara.
Bertanya dan menjawab terkadang memang harus dilakukan agar pemahaman yang benar kita bisa dapatkan. Bukan bertanya hanya untuk menguji atau menjatuhkan seseorang didepan orang banyak, tapi bertanya kita lakukan karena kita ingin mengetahui sesuatu yang tidak ketahui. Diam adalah emas, jika pertanyaan yang kita sampaikan tidak penting untuk dijawab dan hanya menghabiskan energi saja. Sebaliknya, saat kita harus menjawab satu pertanyaan, jawablah jika memang tahu dan punya ilmunya. Jika memang tidak, katakan tidak tahu, bukan berpura-pura tahu, tapi menyesatkan. Diam adalah emas, jika kita tidak memahami permasalahannya tentang apa yang sedang dibicarakan. Jangan sok tahu, dan ikut berbicara malah membuat salah paham dan tidak menemukan jawaban yang benar, tapi malah memperuncing masalah.
Tidak selamanya, banyak bicara itu baik, apalagi jika yang dibicarakan sama sekali tidak membawa kebaikan, bahkan keburukan. Perhatikan para buzzer, yang berpihak pada kedzaliman penguasa. Mereka berbicara bukan untuk membela yang benar tapi yang mampu membayarnya. Perkataannya hanya membuat gaduh di sosial media. Tidak jarang mereka berani menistakan ajaran Islam yang lurus dan mulai. Saat kata-kata yang keluar dari mulut tidak mampu berkata kebenaran, diam adalah emas. Semua yang terucap dari mulut kita pasti akan dimintai pertanggung jawaban. Oleh karena itu diam adalah pilihan tepat jika tidak mampu berkata yang benar, malah perkataan yang memancing kemarahan dan kebencian.
Gaes, setiap lisan kita akan dimintai pertanggung jawaban, jadi berbicara seperlunya saja yang sekiranya itu baik untuk dilakukan. Hindari percakapan sia-sia, apalagi jika sudah membawa keburukan. Diam adalah emas, jika kata-kata yang kita ucapkan sudah tidak membawa kebaikan. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Saat Diam Adalah Emas"