Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips agar Istiqomah dalam Berhijab


 Oleh: Mochamad Efendi


Berhijab, menutup aurat saat keluar rumah adalah kewajiban, bukan life style. Menjalankan perintah Allah tidaklah selalu mudah. Anggap saja hambatan, nyinyiran dan hujatan sebagai ujian saat kita ingin menjalankan perintahNya, agar kita bisa menjadi orang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa. Kritik, saran, ataupun nasehat mungkin akan kita dapatkan agar kewajiban yang kita lakukan sempurna sesuai dengan perintahNya. Jikalau kita dapat hujatan jangan membuat berhenti untuk berbuat kebaikan. Jangan pula pujian dan sanjungan sebagai tujuan sehingga berhenti melakukan kewajiban kerana tidak adanya pujian tapi malah hujatan. Lalu bagaimana agar kita tetap Istiqomah atas keputusan kita untuk mengatur hidup kita dengan Islam. Jangan sampai seperti  curhatan seorang wanita mengenai perjalanan hidupnya menggunakan hijab menjadi viral di media sosial. Wanita tersebut mengungkap bahwa dirinya kini memilih berhenti memakai hijab. (https://www.suara). 


Gaes, sangat disayangkan keputusan yang  benar untuk berhijab harus berhenti ditengah jalan, karena tidak tahan apa kata orang atas keputusannya untuk berhijab.  Sungguh rugi jika kita melakukan kewajiban hanya menuruti kemauan netizen. Nyinyiran atas apa yang kita lakukan jangan merubah keputusan kita untuk melakukan kebaikan. Berhijab itu kewajiban gaes, bukan hanya lifestyle sehingga pertimbangannya bukanlah banyak orang menggunakan dan apa yang lagi ngetrend. Harusnya kita melakukan kewajiban karena untuk mencari ridho Allah.


Gaes, luruskan niat, ikhlas karena Allah. Kita memutuskan untuk menutup aurat saat keluar rumah adalah memenuhi perintahNya sebagai orang bertaqwa. Hinaan ataupun pujian tidak mampu menggoyahkan keputusan kita untuk memenuhi perintahNya. Saran yang baik harus kita terima, agar kewajian yang kita lakukan sesuai dengan syariatNya. Tidak usah baper, jika dinasehati demi kebaikan agar bisa berhijab syar'i yang benar. Saling menasehati harus dilakukan agar diri kita tidak merugi dan agar kita jadi tahu kebenaran hakiki. Jangan berhenti belajar dan jangan pula enggan saling menasehati agar kita semua tidak merugi.


Sekali lagi perlu dipahami bahwa berhijab adalah kewajiban bukan gaya hidup, jika suka dan nyaman dilakukan, jika tidak ditinggalkan. Kewajiban harus tetap dilakukan, suka ataupun tidak suka. Inilah bukti keimanan, dan konsekwensi dari pilihan kita untuk menjadi seorang Muslim sejati, yang harus menjalankan semua perintahNya, dan menjauhi semua karanganNya.  tanpa lagi bisa pilah pilih mana yang disuka, mana yang cocok dan mana yang tidak. Berislam tidak boleh setengah-setengah, tapi harus kaffah.


Gaes, jika ingin Istiqomah dalam menjalankan perintah Allah, kamu harus ikhlas, bukan karena ingin dilihat orang. Begitu pula saat sholat, tidak boleh melakukannya karena riya', ingin dilihat orang dan mendapatkan sanjungan. Dalam Surat al-Maun bahkan orang seperti ini disebut celaka, orang yang lalai dalam sholatnya. Orang yang melakukan kewajiban hanya karena ingin dilihat sebagai orang baik. Dia tidak akan bisa Istiqomah dalam kebaikan, saat hujatan yang diterima, bukan pujian seperti apa yang diharapkan 


Perlu juga dipahami bahwa kewajiban dilakukan akan membawa kebaikan. Yakinlah, berhijab saat keluar rumah selain berpahala  jika dikerjakan dan berdosa saat ditinggalkan, juga akan  membawa kebaikan pada diri kita jika ikhlas melakukannya. Kehormatanmu akan terjaga dari orang-orang jahil yang suka menggoda. Identitas sebagai seorang muslim akan terlihat dari hijabmu. Berhijab harus dilakukan karena itu kewajiban, jangan menunggu nanti, belum siap karena merasa belum baik, dan segudang alasan yang membuat hatimu menolak untuk berhijab.  Bahkan yang sudah berhijab saja akhirnya bisa lepas karena terlalu mendengarkan apa kata orang. Padahal harusnya kewajiban dilakukan untuk menjalankan perintanNya, bukan berbagai pertimbangan pemikiran manusia yang menyesatkan.


Sebagai seorang muslim sejati harus bangga dengan identitasnya yang nampak dari pakaian yang dikenakan. Perlahan, kita perbaiki perilaku kita agar sesuai dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Yakinlah, kamu akan lebih berhati-hati dalam bersikap saat berinteraksi di tengah masyarakat karena hijabmu. Kalau kamu menunggu menjadi baik ketika memutuskan berhijab, lalu sampai kapan kamu bisa melakukannya, padahal ini wajib lho gaes, dan tidak boleh ditunda. Jangan terus berbuat dosa, karena merasa belum baik. Padahal hidup ini adalah ujian bagi kita dan kesempatan untuk menciptakan jejak-jejak kebaikan sebagai bekal nanti kehidupan di akhirat yang kekal dan untuk selama-lamanya. Perhatikan orang-orang yang pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya, mereka tidak akan dikembalikan ke dunia  Tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahan, ketika kematian datang menjemput. Saatnya berubah dan hijrah untuk menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Menjadi orang bertaqwa adalah kemenangan yang sesungguhnya, jadi tunggu apa lagi, tidak usah ragu dengan keputusan mu yang benar untuk hijrah. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Tips agar Istiqomah dalam Berhijab"