Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Agar Dicintai Allah SWT

Oleh: Mochamad Efendi


Siapa yang tidak ingin dicintai oleh Allah. Hidup bahagia dunia dan akhirat bisa diraih, menjadi orang beruntung karena dicintai Allah. Setiap kebaikan kita akan dapatkan, harapan dan do'a terkabul dengan mudah karena kita dicintai oleh Allah, Yang Maha Pemberi Rezeki dan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semua yang terjadi di dunia atas izin Allah, Jika Dia berkehendak, maka hanya tinggal berkata Kun Fa Yakuun. 


Tentunya, agar kita dicintai oleh Allah kita harus menjadi hamba yang taat dan bertaqwa, karena tujuan manusia diciptakan di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepadaNya. Meningkatkan derajat taqwa kita menjadi sebenar-benar taqwa seperti nasehat yang terus disampaikan dalam setiap khobah Jum'at. Taqwa adalah syarat agar dicintai oleh Allah.  Saling menasehati dengan kebenaran Islam dan juga dengan kesabaran agar kita tidak termasuk orang-orang merugi. Menjadi umat terpilih dengan mengambil jalan dakwah agar kita beruntung. 


Ada empat hal yang harus kita lakukan agar kita menjadi hamba Allah yang dicintai olehNya, seperti yang disampaikan dalam al-Qur'an surat  Ali Imran ayat 134. Allah SWT berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.Yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.


• Pertama, berinfaq baik di waktu lapang maupun sempit adalah ciri orang bertaqwa.  Dalam harta kita ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Berinfak tidak harus menunggu kaya, tapi pada saat kekurangan pun usahakan untuk bisa tetap berinfak  Jika kita mampu berinfak sesuatu yang baik, bahkan dari apa yang paling kita cintai, itulah satu kebajikan yang dicintai oleh Allah. Bahkan penghuni neraka yang menyesal ingin dikembalikan ke dunia, satu hal pertama yang ingin dilakukan adalah berinfak dari rezeki yang dimiliki yang pada hakikatnya berasal dari Allah. Kita dilahirkan tidak membawa apa-apa dan akan kembali padaNya tanpa membawa apa-apa.


Semua yang kita miliki adalah dari Allah, lalu kenapa kita enggan meinfakkan di jalan Allah. Banyak manusia merugi bahkan celaka, karena enggan berinfak, hanya mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Mereka berfikir bahwa harta yang dimiliki akan mengekalkannya. Padahal tidak, harta yang dimiliki tidak dibawa mati dan bahkan menjadi penyebab mereka dilempar ke neraka yang sangat panas. Namun, jika mereka mau menginfakan sebagian dari hartanya, mereka akan selamat dan di akhirat nanti akan mendapatkan surgaNya. Lalu kenapa kita tidak mau berfikir untuk menjadikan amalan ini sebagai kebiasaan agar kita menjadi hamba Allah yang dicintai oleh Nya. 


• Kedua, mampu menahan emosi dan amarah adalah ciri orang bertaqwa yang dicintai oleh Allah SWT. Meskipun seseorang bisa meluapkannya amarahnya yang bisa melukai orang lain tapi dia memilih untuk bersabar. Orang bertaqwa lebih memilih menahan diri, karena saat emosi seseorang akan menghasilkan keputusan yang salah dan berujung dengan penyesalan. Tidak hanya diri sendiri yang dirugikan tapi juga bisa menyakiti orang lain, saat kita biarkan emosi meledak-ledak dan terkendali. Amarah dan emosi adalah ujian bagi orang bertaqwa, apakah akal kita bisa menjadi panglima untuk mengendalikan hawa nafsu, atau bahkan sebaliknya hawa nafsu tidak terkendali yang menguasai akal sehat kita. Kemampuan untuk mengendalikan emosi dan amarah harus dilatih agar kita bisa dicintai oleh Allah SWT.


• Ketiga, orang yang mampu memaafkan meskipun dia sudah disakiti dan didzalimi, itulah orang yang dicintai Allah. Meskipun dia mampu membalas, tapi dia tidak melakukannya dan lebih memilih bersabar serta memaafkan. Dia tidak menyimpan dendam dan kebencian di dalam hati pada sesama. Memilih untuk tidak membalaskan sakit hatinya bukan karena dia lemah, karena orang yang kuat bukan orang yang hebat dalam bertarung atau menang dalam berdebat, tapi orang kuat mampu menahan diri untuk tidak membenci dan menyimpan dendam pada orang lain. Memilih bersabar bukan karena kalah, tapi bersabar tidak membalas adalah untuk menang dari bisikan syaitan yang ingin umat salih bermusuhan. Untuk apa sakit hati dan dedam, jika itu hanya menyakiti diri sendiri. Padahal dengan  bersabar hati menjadi tenang. Hati yang tenang dan tentram karena  bersih dari penyakit hati, dendam dan kebencian, yang sering membuat seseorang tidak bahagia, dan merasa sakit. Orang yang memilih untuk memaafkan daripada membalas akan merasakan kebahagiaan hakiki dan Allah mencintai orang-orang yang suka memaafkan.


• Keempat, melakukan banyak kebaikan. Ringan tangan untuk membantu sesama dengan sebagian rezeki dan kemampuan yang dimiliki. Senang untuk membantu orang lain yang dalam kesulitan. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (H.R. Bukhari). Senang berbuat banyak kebaikan karena menabur bibit kebaikan akan tumbuh kebaikan, kemudian berbuah kebaikan pula. Sekecil apapun kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Kalau kita ikhlas dalam setiap melakukan kebaikan akan mendapatkan balasan kebaikan meskipun kita tidak memintanya karena Allah SWT. mencintai kita. 


Empat hal yang harus dibiasakan sebagai hamba Allah yang bertaqwa agar dicintai olehNya yaitu suka berinfaq dengan apa yang kita cintai dalam keadaan sempit maupun lapang, mampu menahan emosi dan kemarahan, mudah memaafkan, dan suka berbuat kebaikan pada sesama. (reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Agar Dicintai Allah SWT"