Hindari Prasangka Buruk, Jangan Mau Dipecah Belah!
Oleh: Mochamad Efendi
Jika tidak tahu sebaiknya diam dan cari tahu kebenaran dengan membaca dan mendengarkan secara cermat sumber informasi yang bisa dipercaya. Dorongan kebencian dan cinta berlebihan terkadang membuat seseorang untuk menciptakan kebohongan dengan edit, mengedit untuk memfitnah. Jadi hati-hati bersosial media, jangan gampang nge-share satu berita yang tidak jelas kebenarannya. Jangan pula mudah memberi tanggapan jika tidak paham permasalahan yang sebenarnya.
Gaes, jangan sok tahu dengan memberi komentar tanpa mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya. Jangan terjebak mengikuti arus perdebatan dan polemik yang terjadi di sosial media. Jangan sampai kita salah memberikan komentar yang bisa menyakiti dan merugikan orang lain. Jejak digital akan menjadi bukti kasalahan kita dengan pendapat salah yang sudah terlanjur diposting di sosial media karena sikap sok tahu yang tidak mau tahu.
Minta maaf tidak ada gunanya, karena fitnah sudah terlanjur menyebar sehingga proses hukum akan berjalan terus. Coba belajar dari kasus guru SD di Depok bernama Eni yang sok tahu dan berkomentar hanya ingin membela dan mendukung seseorang dengan menjatuhkan dan menfitnah orang lain. Seorang guru Sekolah Dasar di Depok bernama Eni dinonaktifkan karena telah membuat unggahan di media sosial yang menghina mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, padahal dia sendiri tidak paham dengan komentar yang di-postingnya. Tidak hanya itu karena kesalahannya dia terhukum secara sosial di tempat dia tinggal. Jangan sampai kita mengalami hal yang sama karena sikap sok tahu kita tapi tidak mau tahu cari kebenarannya.
Gaes, lebih baik diam jika tidak tahu, tapi bukan berarti tutup mata dan telinga dengan menganggap semua tulisan dan sumber informasi sebagai hoaks. Membaca dengan seksama dan membendingkan semua sumber berita dengan cermat dan cerdas sehingga tidak mudah terprovokasi, tapi juga tidak menutup diri dari semua informasi. Menjadi pembaca cerdas agar bisa melihat fakta yang sebenarnya. Jangan terburu menilai sesuatu dari satu sudut pandang seseorang, apalagi jika itu dari orang-orang yang membenci agama seperti para buzzer Istana. Sungguh, rugi menanggapi mereka yang suka menebar fitnah dan kebencian, apalagi ikut menyebarkan pernyataan mereka.
Gaes, jangan mudah terprovokasi dengan berita yang tidak jelas bersliweran di sosial media. Dengan banyak membaca, kita akan mampu Berfikir cerdas dan mampu melihat fakta yang sebenarnya. Kebencian atau cinta berlebihan sering membuat seseorang tidak mampu bersikap adil. Allah SWT. mengingatkan kita dalam al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 8, "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Gaes, jika mau nge-share satu tulisan, jangan terburu-buru, baca dulu dengan cermat dan cerdas. Bisa jadi ada hal yang tidak benar yang bisa menjatuhkan seseorang. Jangan sampai kita ikut-ikutan membenci, padahal belum tentu kebenarannya. Jika mau nge-share tulisan, sumbernya harus jelas dan isinya bukan hoaks atau fitnah. Lebih baik, jika kamu pahami dan ambil bagian yang baik dan buang yang salah. Buatlah tulisan sendiri yang berisi fakta dan kebenaran, bukan fitnah dan kebencian. Banyak tulisan atau berita di sosial media bisa menjadi ide menarik untuk ditulis. Bukan langsung dishare, tapi baca dulu dengan seksama.
Gaes, jadikan Islam sebagai landasan berfikir dalam menilai sesuatu. Pemahaman manusia yang lemah dan banyak salah sering membuat penilaian yang salah. Setelah memahami fakta dengan benar, hukumi fakta dengan sumber dalil dari ajaran Islam yang lurus dan mulia. Jangan menghukumi sesuatu dengan nafsu atau perasaan yang bisa jadi salah.
Gaes, bedakan antara fakta dan opini. Fakta didukung oleh bukti nyata dan sumber beritanya jelas. Sementara, opini berdasarkan pendapat seseorang atas sebuah fakta yang ada. Gaes, jangan ikut-ikutan menyebarkan opini yang belum tentu kebenarannya. Sampaikan opinimu sendiri yang didukung oleh fakta dan dalil yang benar dari sumber hukum Islam. Sempaikan pendapat yang Islami dan menginspirasi bukan pendapat dari perasaan hati yang dipenuhi kebencian. Pendapat Islami yang menginspirasi bisa membawa pada perubahan pemahaman dan sikap seseorang ke arah yang lebih baik dengan Islam. Sebaliknya, pendapat yang berasal dari hati yang didalamnya ada penyakit hanya akan cenderung menyebar fitnah dan membuat permusuhan. Umat Islam harus bersatu dengan saling memahami sebagai saudara dalam satu ikatan akidah, bukan membenci dan mencaci satu sama lain yang hanya menciptakan permusuhan.
Allah mengingatkan kita dalam surat al-Hujurat ayat 12, "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."
Gaes, janganlah mengedepankan prasangka buruk pada saudara sendiri seiman. Prasangka tanpa didukung bukti nyata hanya akan menjadi fitnah yang akan melukai saudara kita sendiri. Berburuk sangka harus kita hapus dari pemahaman kita. Berusaha memahami, bukan menyalahkan dan mencaci maki. Jika ada perbedaan marilah kembali kepada Allah dan RasulNya. Saling menghargai perbedaan selama itu adalah pendapat Islami yang berlandaskan dalil dari sumber hukum Islam harus kita lakukan agar persatuan umat akan terus terjaga. Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena perbedaan yang harusnya bisa disatukan saat kita mau dengan ikhlas kembali pada ajaran Islam secara kaffah, bukan mengedepankan prasangka dan kebencian pada satu golongan padahal belum tentu mereka salah, dan bisa jadi kita yang salah. Marilah bersatu dalam satu ikatan akidah, ukhuwah Islamiyyah agar Islam Islam menjadi Rahmat bagi seluruh Alam. []


Posting Komentar untuk "Hindari Prasangka Buruk, Jangan Mau Dipecah Belah!"