Merasa Hidup Tak Lagi Bahagia, Kok Bisa ?
Oleh : Rantika Nur Asyifa
Sobat perubahan, pernah ga si kalian merasakan bahwa hidup ini hampa ?. Tak ada gairah, tak ada semangat, dan tak lagi bahagia. Biasanya remaja zaman sekarang sering banget merasakan itu ya.
Permasalahan yang datang dan terus dipikirkan biasanya menjadi awal merasakan kehidupan ini hampa tak berwarna. Sehingga mengatakan bahwa diri sendiri kena mental atau sedang depresi dengan problematika yang sedang dihadapi.
Sebenarnya tak sulit untuk keluar dari masalah yang ada. Yang membuat itu sulit adalah diri sendiri yang enggan memikirkan solusi dengan berfikir jernih. Yang dipikirkan hanyalah masalah itu saja bukan solusi atau jalan keluar nya. Sehingga ketika masalah itu terus berlarut-larut, membuat diri merasa bahwa hidup tak lagi bahagia.
Ada dua faktor, manusia mengalami perasaan hidup tak lagi bahagia yaitu :
1. Faktor internal
Faktor yang pertama ini muncul dalam diri sendiri. Terkadang manusia berada di titik terendah nya, sehingga ketika diberikan ujian sulit untuk keluar dan menyelesaikannya.
2. Faktor ekternal
Tidak ada nya support sistem yang bisa memberikan motivasi dan mendorong untuk keluar dari kehampaan. Sehingga merasa beban itu begitu berat dipikul sendiri.
Namun jika manusia memiliki arah tujuan hidup, maka tidak mungkin merasakan kehampaan atau bahkan merasakan ketidakbahagiaan terhadap kehidupan yang dijalani.
Sobat perubahan, jika manusia mengetahui dan mampu memahami dari mana asal mereka ?. Untuk apa mereka diciptakan ?, Dan mau kemana mereka setelah kehidupan ini ? Maka tidak akan merasa hidup tak lagi bahagia, justru sebaliknya.
Dengan manusia mampu menjawab 3 pertanyaan tadi, maka manusia akan mengetahui kebahagiaan sesungguhnya, bukan di dunia melainkan di akhirat. Hidup tak lagi hampa jika mengetahui bahwa manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah dan selalu berusaha untuk menjadi orang-orang yang beruntung karena balasannya ialah surga.
Maka dari itu solusi yang tepat ialah mencari tujuan hidup dan mengetahui untuk apa manusia diciptakan, agar tidak merasa hidup tak lagi bahagia.
Walahu a’lam bisshawab []


Posting Komentar untuk "Merasa Hidup Tak Lagi Bahagia, Kok Bisa ?"