Anhedonia, Merasa Hidup Tak Lagi Bahagia
Oleh: Ayu Humairoh & Maulidia (Mahasiswi dan Aktivis Dakwah)
Anhedonia atau biasa disebut juga dengan kehilangan motivasi dan minat pada apa pun. Penyakit anhedonia sudah banyak menjangkit para remaja di negeri ini. Tentu saja, hal ini sangat menarik untuk dibahas. Karena itu, Komunitas Smart With Islam Muslimah Bangil mengadakan diskusi online bertemakan "Anhedonia, Merasa Hidup Tak Lagi Bahagia.” Acara ini dilaksanakan via Google Meet pada Ahad, 24 Juli 2022.
Menghadirkan Kak Dia sebagai pemateri dan didampingi oleh Kak Alfiah selaku moderator.
Untuk mengawali diskusi, Kak Dia menjelaskan pengertian Anhedonia. "Anhedonia adalah kehilangan minat dan motivasi yang menjadikan seseorang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berdiam diri, seperti rebahan, karena beraktivitas tidak menjamin kebahagian dan justru melelahkan," ucap Kak Dia.
Selanjutnya Kak Dia menjelaskan faktor yang mempengaruhi terjadinya anhedonia. ”Anhedonia terjadi karena standar kebahagiaan yang tercipta di benak seseorang saat ini hanya berbau materi. Saat ini, seseorang sudah bisa mendapatkan kebahagiaan materi berupa uang hanya dengan berdiam diri atau rebahan sambil memanfaatkan aplikasi tertentu. Aplikasi semisal Tiktok dan Snack Video bisa digunakan untuk menghasilkan uang. Bahkan bermain game online juga bisa menghasilkan uang."
Semua itu disebabkan oleh sistem kapitalisme sekuler yang memfasilitasi aplikasi-aplikasi pemberi keuntungan materi bersifat semu tanpa memperhatikan aspek ibadahnya. Fasilitas tersebut berhasil membuat seseorang nyaman rebahan yang pada akhirnya mengantarkan pada kelalaian dan kemalasan. Ibadah jadi terbengkalai lantaran masih fokus menonton video atau bermain game.
Kak Dia juga menjelaskan betapa bahayanya anhedonia. "Anhedonia dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikis. Ada fakta seorang remaja yang terkena stroke pada usianya 20 tahun. Ini akibat kurangnya menggerakkan sistem motorik pada tubuh dan suka begadang, yang tidak lain adalah dampak anhedonia ini. Selain berbahaya pada kesehatan, anhedonia juga dapat membuat seseorang malas beribadah. Jika beribadah saja malas, apalagi mendakwahkan Islam kepada lainnya," ungkap Kak Dia.
L
Salah satu peserta bertanya, "Apa solusinya jika terkena Anhedonia?" Kak Dia menjelaskan sebagai berikut. Pertama, mengubah mindset seseorang tentang standar kebahagiaan. Kebahagiaan dalam pandangan Islam adalah saat seseorang bisa meraih ridha Allah Swt. Yakni dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh keikhlasan. Menjalankan perintah Allah ini tentu tidak bisa dilakukan hanya dengan diam ataupun rebahan saja, melainkan tapi butuh aksi (gerak).
Kedua, mewujudkan kepedulian terhadap kesehatan kita. Seseorang yang males bergerak dan berolahraga, rentan dihinggapi penyakit. Apabila telah sakit, apa pun yang kita makan dan kita lakukan tidak ada rasanya dan tidak berarti apa-apa. Maka, penting meluangkan waktu untuk bergerak. Agar tubuh tetap sehat dan bisa menjalankan aktivitas serta ibadah dengan lancar.
Ketiga, mencari teman atau bergabung dengan komunitas yang dapat mengantarkan pada kebaikan dan memberi motivasi pada diri untuk bisa menjalankan hidup agar lebih bermakna dan bermanfaat. Misal teman yang suka mengajak ke kajian. Kita harus mencari circle pertemanan yang baik, yang dapat mengantarkan kita pada kebaikan. "Bagaimana cara untuk mendapatkan circle pertemanan yang baik? Cari teman dalam sebuah komunitas-komunitas Islam, masuklah dalam komunitas tersebut. Contohnya seperti Smart With Islam (SWI) yang mana di dalamnya terdapat banyak sekali teman seiman yang akan membawa kita kepada kebaikan," pungkas Kak Dia menutup diskusi online. Wallahu A'lam. []


Posting Komentar untuk "Anhedonia, Merasa Hidup Tak Lagi Bahagia"