Bunuh Diri Karena Tidak lolos di PTN Impian?
Oleh: Friyanti
Hai bestie, udah pada tahu belum nih, yang lagi viral di jagat maya, itu loh seorang Pelajar yang mendadak ramai diperbincangkan, karena sudah bernazar jika diterima di PTN impian, dia akan memberikan santunan kepada anak yatim. Masya Allah mulia sekali ya nazarnya. Tapi eh tapi, jika tidak diterima di PTN, dia akan Bundir alias bunuh diri, duh..ko jadi serem ya nazarnya. (www.hops.id,13/7/2022)
Ada juga seorang mahasiswa yang gantung diri karena gak lulus ujian skripsi, mahasiswa yang berinisial BH sempat berkeluh kesah soal kuliahnya selama 7 tahun yang tak kunjung selesai. (kompas.com,15/07/2020)
Kalau dipikir-pikir nih, remaja zaman now kok dikit-dikit galau ya. Diputusin pacar galau, gak di terima ujian Bundir, broken home juga Bundir. Astaghfirullah.. kaya udah jadi solusi terakhir gitu ya.
Dalam sistem sekuler seperti sekarang ini, rasanya hampir setiap hari, kita selalu menyaksikan berita yang bikin mengelus dada, tentu ini membuat kita semakin bertanya-tanya kenapa persoalan ini terus ada. Kemana pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk mengurusi anak bangsa?. Kemana peran keluarga, masyarakat dan negara?
Jika dibiarkan, persoalan Bundir ini akan akan terus ada. Sekurang-kurangnya ada 3 penyebab nih bestie.
Pertama, karena individu jauh dari agama, individu yang sekuler yang tidak mau di atur oleh Agama, Agama cukup ada di Masjid saja, tidak dibawa ketika Sekolah atau keluar rumah. Agama tidak dipakai kecuali saat shalat saja.
Kedua, masyarakat yang sekuler, yang acuh dan tidak peduli dengan lingkungannya, tidak adanya aktivitas saling menasehati, sehingga persoalan Bundir ini akan tenggelam begitu saja tanpa penyelesaian yang sistematis.
Ketiga, negara sekuler, negara yang tidak mendirikan sistem pendidikan untuk mencetak generasi yang menghasilkan kepribadian Islam. Pola pikir, pola sikap dan perasaannya tidak di bentuk dari Islam, sehingga mudah galau dan mudah depresi, dan pelampiasan terakhirnya adalah mengakhiri hidupnya.
Bestie, Sistem sekuler inilah yang menjadi penyebabnya, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Manusia dalam sistem ini tanpa kita sadari, akan menjauhkan peran agama dalam mengatur kehidupannya. Mereka akan tumbuh, serta menjalani hidup ini tanpa menjadikan agama sebagai tuntunannya.
Peran keluarga, masyarakat dan negara yang islami harusnya hadir bersinergi dalam mewujudkan remaja yang bermental kuat, jangan sampai negara abai dari tanggung jawab pengelolaan urusan rakyatnya, dan jangan menerapkan kebijakan serta peraturan yang merusak kepribadian generasi Islam, misalnya, membiarkan kurikulum pendidikan yang malah memandang remaja yang taat syariat sebagai remaja yang radikal.
Bestie, Islam akan memberikan tuntunan bagi manusia dalam menjalani hidupnya. Islam mengajarkan bahwa tujuan hidup manusia hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini akan menuntut manusia untuk senantiasa mengikatkan seluruh perbuatannya sesuai dengan syariat, ada konsekuensi pahala dan dosa, baik buruknya dalam kaca mata syarak.
Hal ini tidak akan kita temui, manusia yang taat kepada syariat akan kebingungan menjalani hidupnya.
Sudah saatnya pelajar melek agama, dan mengubah tujuan hidupnya, menjadi pelajar yang taat syari'at dalam naungan aturan Islam. Wallahu 'alam. []


Posting Komentar untuk "Bunuh Diri Karena Tidak lolos di PTN Impian?"