Syariat Allah Lebih Tinggi Daripada HAM Bestie
Oleh : Cut Zhiya Kelana, S.Kom
(Guru dan Aktivis Muslimah Aceh)
Sebagai seorang muslim kita pasti tau ya kan kewajibanya kita yang utama itu, yaitu menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Namun, tau kah kalian ketika kita hidup di negeri penganut sistem sekuler ini, kita nyatanya bisa dengan bebas melakukan apapun yang kita mau. Termasuk di jamin kebebasan berekspresi dan bertingkah laku, katanya sih dibelakangnya itu ada HAM. Tau ya..bukan Hamburger tapi HAM (hak asasi manusia), emm.. jadinya sekarang apa-apa pake HAM
Seorang siswi kelas 10 di SMAN 1 Banguntapan mengaku dipaksa berhijab oleh guru BK di sekolah tersebut. Akibat pemaksaan itu, siswi tersebut depresi dan sampai saat ini mengurung diri. Yuliani selaku pendamping siswi tersebut mengatakan pemaksaan itu dilakukan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Awalnya saat MPLS, siswi tersebut baik-baik saja dan mulai tertekan saat dipanggil guru BK. (detik.com)
Seperti yang terjadi baru-baru ini tau kan ya sob, kasus tentang seorang siswi yang diduga mengalami depresi berat dikarenakan merasa dipaksa untuk memakai hijab. Lah... namanya sekolah kan ya, pasti ada aturan yang harus di taati. Kita kenapa protes, itu kan untuk kebaikan kita. Nah, kalo gak mau mengikuti aturan yang ada disana, ya jangan sekolah disitu. Ribet amat sih, sampek akhirnya kan orang bisa salah memahami bahwa Islam itu suka banget maksa orang.
Kabar pemaksaan ini turut sampai ke Ombudsman RI perwakilan DIY. Kepala ORI DIY Budhi Masturi akan menelusuri dugaan perundungan dalam peristiwa tersebut. Dia menilai pemaksaan penggunaan jilbab di sekolah negeri yang bukan berbasis agama bisa masuk kategori perundungan.
"Saya kira iya termasuk itu (perundungan)," kata Budhi melalui sambungan telepon, Sabtu (30/7). (Kumparan.com)
Padahal kan gak gitu kan ya sob, perintah Allah memang harus menutup aurat, memakai jilbab dan kerudung supaya kemudian kita terlindungi dari orang-orang yang ingin berbuat jahat kepada kita. Coba deh kita simak firmannya Allah berikut yang penuh cinta kasih kepada hambanya.
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59)
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya)...” (Qs. An-Nuur : 31)
Sekuler Itu Mengancam Hak Muslim
Sebenarnya ini adalah risiko dan ancaman nyata dari pemberlakuan sistem sekuler. Sehingga Generasi muslim merasa dipaksa dan terancam haknya saat sekolah untuk melatih menggunakan busana Muslimah. Mungkin bestie beberapa waktu lalu di India ada seorang mahasiswi yang dilarang masuk kampusnya karena dia memakai hijab, untuk itu dia bersuara dan mengatakan dimana sih sebenearnya hak asasi yang kalian agung kan itu. Kenapa saat dia ingin melaksanakan perintah dari Rabb-Nya sebagai bentuk ketaatan tapi itu dilarang. Yang pasti sebagai seorang muslim dia terus berjuang untuk mendapatkan haknya memperoleh pendidikan meski dia seorang muslim gak boleh ada diskriminasi.
Masyaallah ya, contoh seperti inilah yang harus kita ikut. Yang dia tidak takut apapun berjalan keseorangan berteriak lantang melawan rezim yang diskriminasi banget kepada agama Islam. Harusnya kita malu ya, dinegeri yang mayoritas kita ini muslim terbesar tapi kita malah enggan untuk menerapkan Islam yang sudah pasti membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi banyak kehidupan. Yang ada para penentang Islam terus bermunculan tak pernah henti untuk terus melecehkan agama paling mulia di bumi ini.
Miris ya, apa yang salah dengan semua itu sebenarnya? Yang pasti karena langgengnya kekuasan kapitalis sehingga mereka mulai merajalela hingga berani mengusik agama yang selalu disandingkan dengan pendidikan. Pendidikan gak mungkin bisa dipisahkan dari agama, mau seperti apapun mereka mencobanya, karena kalam Illahi sendiri mengandung banyak ilmu yang kemudian darinyalah lahir para ilmuan muslim yang membawa peradaban dunia yang saat ini kita kenal. Kita hanya mau pakai apa yang dibawa tapi gak mau tau dari mana dan siapa yang bawa, itu kesannya kan kita mudah banget dibodohi kapitalis yang sudah memutar balikkan sejarah peradaban dunia ini. Bahkan tanpa malu mengakui bahwa merekalah yang menciptakannya, duh...emang urat malu itu putus tanpa keimanan.
Hak Asasi Itu Basi Bestie
Kita ini muslim yang memang harus bangga dengan semua yang Allah kabarkan didalam Al-Qur’an penuh hikmah itu mengandung kebaikan dan manfaat bagi makhluknya. Alasan kita menolaknya karena merasa bahwa itu pemaksaan dan melanggar hak asasinya kita itu salah besar ya bestie. Karena cinta dan sayanglah Allah mewajibkan kita untuk melaksanakan semua hal itu. Tentu saja kita harus taat sebagai makhluknya, kecuali kita bukan muslim.
Pemahaman yang salah ini tercipta karena tadi kita kurang memahami Islam yang benar, hanya sekedar tau rukun Islam yang harus dilaksanakan tapi gak dalam kondisi mendalaminya. Jadilah kita kemudian generasi instan kayak mie dicelupin air panas, siap makan gak ada gizinya malah merusak organ tunggal dari dalam. Tapi karena tadi kita gak bisa melihatnya, sama kayak dosa yang gak terlihat. Kalo seandainya terlihat dan baunya tercium mungkin lebih bau dari bangkai. Negeri kan ya... astagfirullah
Bukankah fungsi Pendidikan adalah melatih melakukan kebaikan dan bagi muslim/ah kebaikan adalah ketaatan pada syariat. Kebaikan disini adalah salah satu perintah Allah yang gak mungkin bisa dipisahkan dari kehidupan. Karena itu negara akan melakukan usaha terbaiknya untuk memberikan pendidikan terbaik demi melahirkan kebaikan bagi seluruh negeri. Dan itu pula yang mengharuskan mengapa kita harus tunduk kepada syariatnya Allah, karena denga syariat itulah manusia bisa hidup dengan aturan yang lebih baik.
Nah, sekolah itu kan bestie Cuma sebuah lembaga pendidikan yang ingin mendidik kita dengan cara yang baik, bukan hanya sekedar prestasi dunia tapi juga akhirat. Karena itu kita yang terbiasa hidup tanpa aturan ini merasa paling hebat, gak heran sih hasil dari didikan dunia kapitalis yang jahatnya kuadrat. Kita aja gak sadar, padahal dia itu seperti iblis tapi berwujud malaikat.
Kapan kita sadar nih bestie, nunggu hari H datang ketika pintu tobat udah keburu ditutup? Duh, jangan sampai deh bestie, karna pada hari itu tiada lagi penolong bagi kita selain Allah dan Rasul-Nya. Karena itu perlu banget kita mengikuti syariat Allah biar selamat dunia akhirat. Hak asasi itu basi bestie, gak bisa dimakan lagi dan gak seenak makan terasi yang meski bau tetap saja lezat dimakan. Wallahu ‘alam []


Posting Komentar untuk "Syariat Allah Lebih Tinggi Daripada HAM Bestie"