Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Agar Bisa Memahami Kebenaran Hakiki


 Oleh: Mochamad Efendi


Gaes, sering orang mengira berbuat kebaikan, tidak tahunya dosa besar. Bangga dengan apa yang dilakukan, ternyata melanggar hukum Allah. Oleh karena itu kita butuh ilmu untuk memahami kebenaran hakiki. Jangan merasa sudah melakukan kebaikan, padahal itu adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Gaes, makanya ngaji secara Istiqomah dan terus menerus sepanjang hidup agar pemahaman keislaman kita terus bertambah.  Tetap saling menasehati dalam dakwah agar hati tidak keras dan mudah untuk menerima kebenaran Islam.


Bukankah itu yang selalu kita harapkan, agar kita selalu tertunjuki ke jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan yang dimurkai oleh Allah SWT. , bukan pula mereka yang tersesat. Dalam setiap sholat, selalu kita  baca dalam surat al-Fatihah.  Agar tidak tersesat, kita butuh ilmu untuk memahami kebenaran, agar kita tidak salah, mengira berbuat kebaikan padahal dosa melanggar aturan Allah. 


Dalam sistem kapitalisme sekuler, sering kita temui seorang muslim, tapi melakukan praktek riba.  Dia berfikir sedang berbuat kebaikan saat mengembalikan hutang, dilebihi sebagai ucapan terima kasih, tidak tahunya riba. Jadi hindari perbuatan yang menyebabkan dosa. Tanpa landasan ilmu sering kita mengira apa yang kita lakukan adalah kebaikan, padahal dosa besar. Riba dijadikan solusi saat mengalami masalah keuangan. Ingat gaes, meskipun bunganya kecil dan tidak memberatkan, tetap itu adalah riba dan hukumnya haram.


Memang dalam sistem kapitalisme, riba dianggap biasa, bahkan menjadi pilar perekonomian negara. Apa yang dilakukan oleh banyak orang belum tentu benar lho gaes. Banyak penyimpangan perilaku juga dibiarkan oleh aturan negara, seolah-olah boleh, padahal semua itu adalah sumber kerusakan. Jadilah remaja cerdas yang mampu memahami kebenaran dalam perspektif Islam, bukan sekuler. Remaca cerdas berkepribadian Islam tidak ikut-ikutan kebanyakan, tapi mengikuti agama yang lurus dan mulia, Islam.


Ada juga seorang yang mengaku muslim, tapi melakukan praktek judi. Berfikir ikut berpartisipasi dalam jalan sehat untuk merayakan HUT RI dengan membeli kupon berhadiah, ternyata ada unsur judi dan haram hukumnya. Sebaiknya kita cari tahu, bukan ikut-ikutan dengan kebanyakan orang atau kebiasaan. Apa yang haram harus ditinggalkan agar hidup ini indah dan berkah. Tidak usah jual kupon, tapi berikan secara gratis. Kalau memang tidak ada dananya, galang dana bagi yang mampu bukan dengan iming-iming hadiah. Jangan budayakan judi di negeri yang mayoritas muslim, meskipun dengan tujuan baik.


Remaja saat ini merasa bangga memiliki pacar, padahal itu adalah perbuatan yang mendekati zina. Perlu kita ketahui bahwa kebiasaan yang dilakukan oleh kebanyakan, tidak selamanya benar. Ternyata, apa yang dianggap benar dan menjadi kebanggaan bisa melanggar ajaran yang lurus dan mulia. Oleh kerena itu kita perlu mengaji, belajar tentang Islam. Tidak ada kata terlambat, dan tidak pula kata cukup untuk menuntut ilmu. Semua harus diniati untuk mencari ridho Allah, agar hidup ini selalu tertunjuki ke jalan yang lurus. Bukan merasa benar tapi ternyata salah.


Merasa menjadi orang paling sabar dan menerima apapun kebijakan dzolim dari penguasa, tidak disadari menjadi pendukung kedzoliman. Harusnya kita tidak boleh diam saat melihat kedzoliman di depan mata, apalagi jika kedzoliman itu dilakukan penguasa. Kedzoliman bukannya dibiarkan dan diterima dengan pasrah, tapi harus dilawan tentunya sesuai dengan kemampuan kita. Bukan malah mendukung kebijakan dzolim yang menyengsarakan rakyat, dengan mengembangkan narasi-narasi yang menyesatkan. Membenarkan kedzoliman yang dilakukan penguasa, padahal jelas menyengsarakan rakyat.


Gaes, sungguh kita perlu mengaji agar kita memiliki pemahaman Islam yang benar, sehingga kita mampu membedakan yang salah dan yang benar. Kita juga harus menjadikan Islam sebagai landasan berfikir, bukan pemikiran sekuler yang menyesatkan. Dan teruslah saling menasehati dengan kebenaran Islam, agar hati ini tidak keras dan mudah menerima kebenaran. Jangan sampai kita menjadi orang-orang merugi, merasa sudah melakukan kebaikan, padahal itu adalah perbuatan dosa yang dilarang dalam ajaran yang lurus dan mulia, Islam. Bukannya pahala yang kita dapat, tapi dosa. Bukannya mengantarkan ke surga, tapi neraka. Sungguh rugi kan gaes, makanya ayo terus mengaji dan saling menasehati dengan kebenaran Islam dan kesabaran. []

Posting Komentar untuk "Agar Bisa Memahami Kebenaran Hakiki"