Jangan Tinggalkan Jilbabmu
Oleh: Santika Dewi Rahayu
Hallo sahabat muslimah, kalau kalian disuruh milih sama mimin nih, antara buah yang dijual yang dijajakan di pinggir pasar dan buah yang di jual di supermarket dengan kemasan. Kalian mau pilih yang mana? Mimin tebak yah. Pasti kalian akan memilih buah yang dijual di supermarket dengan kemasan, yakan. karena alasannya pasti lebih terjaga, higienis, lebih terjamin amannya dan kualitasnya.
Seorang muslimah itu menurut Mimin seperti buah yang ada di supermarket. Kenapa? Karena seorang muslimah dilindungi oleh pakaian yang ia pakai, yaitu jilbab dan kerudungnya. Islam telah mengaturnya dengan mewajibkan seorang perempuan muslimah untuk menutup aurat menggunakan jilbab dan kerudung
Loh, tapi kok ada min yang bilang bahwasannya jilbab itu tidak wajib... Hmm sedih banget sih sahabat sangat miris jika masih ada muslimah yang mengatakan bahwa jilbab itu tidak wajib. Baik, agar sahabat tidak bingung karena termakan omongan liberal yang mengatakan jilbab tidak wajib, maka kita harus tau dulu landasan disyariatkannya jilbab untuk menutup aurat bagi setiap muslimah.
Jadi, batasan aurat perempuan berdasarkan pada firman Allah SWT. dalam surah An-Nur ayat 31 _"Janganlah mereka menampakan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) tampak pada diri mereka"_. Menurut Ibnu Abbas ra. yang dimaksud dengan 'kecuali yang (biasa) tampak pada diri mereka. Dalam ayat tersebut adalah muka dan telapak tangan. Hal ini di pertegas berdasarkan pada hadist Nabi SAW : Dari Aisyah Ra. Bahwa asma'binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah SAW dengan memakai pakaian yang tipis. Rasulullah SAW. Pun berpaling dari dia dan bersabda, Asma' sungguh seorang wanita itu, jika sudah haidh(sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dkrinya kecuali ini dan ini. "Beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangan beliau" (HR. Abu Dawud).
Dari dalil dalil diatas sudah jelas sahabat, bahwa batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Jadi, ga benar tuh yang bilang kalau jilbab itu engga wajib karena mereka mengatakan bahwa aurat tidak wajib di tutup, astagfirullah mimin tegaskan sekali lagi bahwa itu tidak benar yah sahabat. Karena, para ulama pun tidak ada perbedaan pendapat tentang kewajiban menutup aurat dengan memakai jilbab dan Khimar (kerudung) bagi muslimah yang sudah baligh.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَا جِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَا بِيْبِهِنَّ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰۤى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 59)
Penjelasan di dalam kamus Al-Muhith, kalau jilbab itu seperti sirdab(terowongan) atau sinmar(lorong), yaitu baju atau pakaian longgar untuk perempuan selain pakaian longgar buat perempuan selain baju keseharian (mihnah). dan dalam kamus Ash-shahhah, Al-Jauhari mengatakan 'jilbab adalah (milhafah) yang sering disebut mula'ah (baju kurung/gamis).
Itu tadi penjelasan tentang jilbab atau baju yang harus di pakai oleh seorang muslimah. Sementara, selain diharuskan memakai jilbab, muslimah juga diwajibkan untuk memakai Khimar (kerudung).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَا رِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَا نِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَا نِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِ رْبَةِ مِنَ الرِّجَا لِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَ رْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ ۗ وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)
Salah satu mufasir Imam Ali ash-shabuni, menyatakan bahwa Khimar(kerudung) adalah ghitha 'ar-ra'si 'ala sudut(penutup kepala hingga mencapai dada) agar leher dada tidak tampak
Jadi, Pakaian muslimah seharusnya jilbab yang longgar dan Khimar yang menutup dada, yang tidak menerawang. Bukan seperti yang banyak di percontohkan dimasa sekarang, yang dimana pakaiannya itu membentuk lekuk tubuh, menerawang dan kerudung yang dililitkan ke leher. sudah jelas kan sahabat bahwasannya jilbab adalah pakaian yang diwajibkan kepada perempuan muslimah. Dan kita sebagai umat islam harus tunduk dan patuh akan perintah Allah SWT. salah satunya kewajiban berpakaian yang sudah dijelaskan tadi, jadi ketika ingin keluar rumah kita harus memakai baju yang sesuai dengan syariat. Dan tidak lain tidak bukan bahwa semua aturan Islam adalah untuk menjaga kita dari marabahaya dan kesengsaraan yang akan terjadi, Allah maha mengetahui segala sesuatu.
Walahu a’lam bisshawab [ ]


Posting Komentar untuk "Jangan Tinggalkan Jilbabmu"