Ketika Amar Ma'ruf Ditolak
Oleh : Salma Fikriyatun Azkiya (Santriwati Ponpes Darul Bayan, Sumedang)
Hai sob... Belum lama ini ada berita viral tentang seorang remaja laki-laki dengan inisial RN dikabarkan tewas akibat beramar ma'ruf kepada sepasang remaja yang berpacaran, pertanyaan yang selalu terngiang-ngiang di telinga adalah kenapa hanya karena beramar ma'ruf lantas tewas secara tidak wajar?
Allah SWT, Tuhan kita, menegaskan kepada manusia agar melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Nabi Muhammad Saw, Nabi kita menyampaikan kepada manusia agar saling memberitahu kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Gini nih sob, salah satu tanda hari akhir, padahal kita tau bahwa pacaran itu DILARANG. Allah SWT telah memperingatkannya di dalam surah Al-Isra : 32, yang artinya "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya (zina) itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk". Hanya saja tidak semuanya memahami, tidak semuanya memikirkan bahwa setiap perbuatan itu ada pertanggung jawabannya, bukan sekarang, tapi nanti.
Banyak sekali remaja-remaja di luaran sana yang menganggap sepele suatu hal yang serius, contoh kecilnya tadi, pacaran. Awalnya emang gak ngapa-ngapain, tapi pertanyaannya kalau emang gak ngapa-ngapain terus ngapain pacaran?
Bilangnya, kalau pacaran tuh bikin semangat belajar naik, tapi nyatanya ketika chat gak diread sekali, bikin nilai pelajaran merosot, dan hingga akhirnya, gak ada yang tau tuh bakal sampai kayak gimana.
Semakin bertambah jumlah remaja pacaran, semakin menjadi-jadi perilaku remaja pacaran, semakin banyak di luar sana yang menganggap judi, zina, membunuh, memperjual belikan wanita, aborsi, dll adalah hal sepele. Maka inilah waktunya untuk terjun ke Medan tempur.
Sadarkan mereka-mereka, jadikan generasi-generasi masa depan menjadi orang yang selalu beramar ma'ruf nahi mungkar, merangkul, mengajak, menjelaskan bahwa tidak semestinya mereka menolak amar ma'ruf, karena pada dasarnya mereka butuh pemahaman, yang membuat mereka hatinya kembali menemukan cahaya.
Percayalah sob.. bahwa tidak sepenuhnya salah mereka, hanya saja mereka sudah terlalu jauh masuk ke dalam jurang kesesatan, kegelapan yang dasarnya terdapat batu-batu kasar yang membuat siapapun yang jatuh terlalu dalam akan membuat tubuhnya hancur berkeping-keping. Jurang yang curam itu adalah sistem yang sekarang menjadi panutan. Sistem yang membuat dunia ini semakin terasa kedekatannya dengan hari akhir.
Sob... Jangan takut untuk beramar ma'ruf, seberapa ratus juta kali pun amar ma'ruf kita ditolak, maka jangan pernah mundur, karena kalau bukan kita siapa lagi? Bangkitkan kesadaran mereka, semangati hati mereka, tuntun agar mereka lebih percaya diri untuk menemukan secercah cahaya. Bisikkan di telinga mereka bahwa dirinya, diri kita, dunia, serta keseluruhannya adalah hanya milik Allah SWT yang maha agung yang maha memiliki. Sekali lagi, jangan takut beramar ma'ruf sob, karena Allah bersama kita. []


Posting Komentar untuk "Ketika Amar Ma'ruf Ditolak"