Mikir Yuk, Sob!
Oleh: Choirin Fitri
Sob, pernah enggak sih berpikir siapa yang menciptakan kita? Kenapa kita ada di dunia ini? Kenapa alam semesta ini ada? Kenapa kehidupan ini selalu berujung pada kematian?
Emang sih, Sob fenomena remaja malas berpikir dan berprinsip easy e aja saat ini menggejala. Prinsip hidupnya mengikuti ke mana air mengalir membuat dia malas pakai banget berpikir. Enggak pakai berpikir, langsung jalan aja mengikuti kemanapun angin membawanya. Jadi, enggak ada itu kesempatan buat mikirin diri, alam sekitar, ataupun kehidupan ini.
Padahal, Sob berpikir itu penting lho. Why? Coz, bangkit tidaknya manusia itu tergantung pada pemikirannya. Jika kita malas berpikir bisa bahaya banget. Bisa jadi kita enggak akan bangkit.
Apalagi berpikir ini adalah awal dari memahami sesuatu. Jika kita enggan berpikir, kita enggak bakalan paham apa yang mesti kita lakukan. Coba deh cek! Untuk urusan remeh semisal mau janjian sama teman aja kudu berpikir dulu kapan waktunya, jalan ke mana, dan mau ngapain. Apalagi untuk hal-hal yang lain, bakal berabe kalau kita enggan berpikir.
Sob, berpikir ini juga modal kita memahami sesuatu. Pemahaman inilah yang bakal membentuk perilaku kita. Baik atau enggaknya. Kece badai atau biasa aja. Bahkan, baik atau buruknya.
Pemahaman kita terhadap seseorang yang kita cintai tentu amat jauh berbeda dengan yang kita benci. Benar enggak tuh? Pasti benar ya!
Jika kita mencintai seseorang, maka kita bakal rela berkorban, mau ngebelain dia, bahkan saat dia punya kekurangan kita bisa menerima apa adanya. Beda banget jika kita sedang benci, nengok mukanya aja mungkin ogah. Ini berarti pemahaman sangat mempengaruhi perilaku kita. Sepakat yes?
Hal ini berarti kita enggak bakalan bisa berprinsip easy going. Prinsip ini bakal menjerumuskan kita ke arah kemalasan berpikir dan bakal membuat kita insecure nantinya. Mau enggak mau sebagai manusia kita mesti mau berpikir.
Nah, sekarang ayo kita mulai gunakan akal kita untuk berpikir! Jangan biarkan akal tumpul gegara malas diajak berpikir!
Pertama yang mesti kita pikirkan dan jawab adalah siapa sih pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan ini? Apakah ada dengan sendirinya? Ataukah ada penciptanya?
Yes, cerdas! Ada yang menciptakan. Siapakah dia? Sebagai seorang muslim pasti jawabannya adalah Allah. Inilah jawaban yang benar. Enggak mungkinkan alam semesta, manusia, dan kehidupan ini yang menciptakan adalah patung yang dijadikan Tuhan atau roh-roh nenek moyang?
Lalu, apakah cukup Allah sebagai pencipta alias Al-Khalik menciptakan saja? Rasanya enggak mungkin ya sebuah pabrik misalnya, enggak membuat SOP (Standar Operasional Program) untuk barang buatannya. So, Allah pun juga demikian. Selain mencipta, Dia juga mengatur kita.
Lalu, kita pun kudu berpikir juga apakah alam semesta, manusia, kehidupan ini bakal abadi? Ataukah suatu akan berakhir?
Nyatanya semua ini tak abadi. Kelak, entah kapan semua ini bakal berakhir. Pertanyaannya, ke mana setelah itu? Apakah hanya dikubur di bawah seonggok tanah? Ataukah, ada hari perhitungan atas semua yang kita lanjutkan?
Jawabannya jelas kita enggak bakal mati lalu dibiarkan begitu aja berkalang tanah. Enggak adil banget dong ya? Kok bisa?
Yuk, mikir lagi, Sob! Kalau ada pembunuh berantai macam di film-film action gitu tetiba mati dan enggak dimintai pertanggungjawaban, sangat enak dong buat dia. Enggak ada efek buruk pada perilaku buruk yang ia timpakan pada orang lain.
Bagaimana kalau ada orang baik terus dia mati padahal enggak ada pertanggungjawaban? Kasian banget dong buat dia. Sudah susah payah jadi orang baik, eh ternyata saat mati enggak dapat apa-apa.
Nah, berarti setelah kehidupan dunia ini berakhir kita bakal ketemu dengan kehidupan selanjutnya. Kehidupan akhirat tepatnya. Tinggal mau memilih dua kampungnya. Surga ataukah neraka?
Gimana, Sob seru ya ternyata berpikir itu? Selain bisa bikin kita memahami sesuatu, berpikir ini juga proses agar kita bangkit dari keterpurukan. Jika kita rajin berpikir, kita enggak bakalan kena virus insecure yang kini banyak menggejala di kalangan generasi muda.
Satu lagi, berpikir ini pun akan mengubah kita menjadi orang yang lebih baik jika pikiran kita disetir kebaikan. Berbanding terbalik jika pemikiran kita disetir keburukan, kita pun bakal mudah untuk melakukan keburukan.
Allah pun enggak bakalan mengubah kita sebelum kita sendiri mau berubah. Why? Karena, perubahan itu butuh proses berpikir, lalu beraksi sesuai dengan pemikiran kita.
Allah berfirman dalam surah Ar-Ra'd ayat 11 yang berbunyi:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."
So, jika kita ingin berubah menjadi yang lebih baik, maka pikiran kita harus diarahkan pada kebaikan. Lalu, terapkan pemahaman itu dalam kehidupan sehingga kita enggak salah langkah.
Jangan sampai malas berpikir lagi ya, Sob! Ingat, Allah enggak bakalan suka pada kita yang pemalas dan enggan berpikir maju! []


Posting Komentar untuk "Mikir Yuk, Sob! "