TRAINING DAN OUTBOUND FROM ZERO TO HERO
Alhamdulilah Training dan Outbound untuk remaja bisa terlaksana pada hari Minggu, 20 November 2022 dengan aktifitas olah raga untuk melatih ketangkasan, olah kata menguji kecerdasan, dan olah rasa untuk mengetahui kepekaan peserta terhadap dirinya dan terhadap apa yang ada disekitar mereka. Dan semua itu diperlukan mereka saat harus terjun ke masyarakat untuk berdakwah. Dimulai sekitar jam 07.00 sampai selesai di Rumah Pintar Juanda Sidoarjo, training dan outbound, Dari Zero to Hero, dilaksanakan dengan penuh keceriaan dan tawa kegembiraan bersama Ustad Mustakim, Ustad Efendi, dan Ustad Qotadah.
Mereka berlatih dan belajar tentang keislaman dengan suasana menyenangkan. Mereka juga belajar bekerja sama dan menjaga kekompakan dalam ukhuwah Islamiyyah. Tidak hanya itu mereka berusaha menjaga semangat satu sama lain untuk menjadi sosok remaja Muslim yang tangguh, kokoh, dan peka dengan apa yang ada disekitar mereka. Mereka harus menjadi remaja tangguh dengan kepribadian yang khas yang tidak mudah terwarnai dan dipengaruhi, namun ditengah masyarakat mereka diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang mewarnai dan mempengaruhi dengan Islam.
Pada sesi olah raga, ustad Mustakim melatih ketangkasan dan kekompakan mereka dalam sebuah permainan. Mereka diminta untuk mengangkat kelereng dengan tusuk sate bersama sama untuk dipindahkan ke dalam gelas. Peserta hanya boleh memegang dengan satu tangan, memindahkan beberapa kelereng yang sudah disediakan untuk ditaruh dalam sebuah gelas bersama-sama dalam kelompok. Permainan kedua, mereka diminta secara estafet untuk memindahkan air dari satu gelas, dituangkan ke gelas kosong temannya, dan terus sampai pada akhirnya tempat air yang terakhir bisa terisi penuh dengan air. Kelompok yang paling cepat bisa mengisi tempat terakhir penuh dengan air menjadi kelompok pemenangnya.
Sesi olah kata dihandle oleh Ustad Efendi dengan teka-teki silang yang sudah disiapkan pada kertas Manila besar. Setiap kelompok bisa memilih nomor mendatar atau menurun, kemudian mereka mendengarkan illustrasi atau diskripsi tentang kata-kata yang ada dalam teka-teki silang yang dibacakan oleh Ustad Efendi. Ketika jawaban, benar mereka mengisi kotak-kotak yang tersedia, tapi jika salah kesempatan diberikan pada kelompok lain untuk menjawab. Permainan terus berlanjut sampai semua kotak dalam teka-teki silang terisi semua. Artinya semua pertanyaan sudah terjawab dengan benar. Yang kedua adalah menjawab pertanyaan dengan jawaban yes or no dalam bahasa Inggris. Semua peserta diberi dua kertas dengan yes dan No. Jika setuju dengan pertanyaan, peserta mengangkat kertas yang bertuliskan "Yes", jika tidak mereka mengangkat kertas yang bertuliskan "No". Penilaian pada kekompakan mereka dalam menjawab dan kebenaran jawaban. Sebagai contoh pertanyaan, " if you your friend asks the answer during the final test, will you give the answer to him? Tentunya, jawaban yang kita harapkan adalah tidak, karena dengan memberikan jawaban pada teman ketika ujian membuat dia malas belajar. Dia tidak mandiri dan berusaha sendiri untuk bisa menjawab semua pertanyaan yang diujikan.
Sesi olah rasa, peserta diarahkan oleh ustad Qotadah untuk menggambar tentang apa saja yang merupakan representasi dari suasana hati mereka. Melihat apa yang ada disekitar mereka ataupun apa yang mereka rasakan, kemudia menggoreskanya dalam kertas gambar yang sudah disediakan. Ada yang menggambar pohon dengan daun lebat yang berwarna hijau dan ada pula yang menggambar awan yang berwarna merah dan ungu. Setelah mereka selesai menggambar, mereka diminta menjelaskan alasan kenapa menggambar seperti itu dan juga pilihan warnanya, yang merupakan lukisan suasana hati mereka. Diharapkan mereka terus melatih kepekaan mereka dengan berbagai permasalahan dan pemikiran yang tersebar disekitar mereka baik di di dunia nyata maupun maya, di sosial media. Acara ditutup dengan makan bakso bersama dan berbincang-bincang santai tentang banyak hal seputar kehidupan remaja saat ini.
Pada akhirnya Remaja hebat membawa semangat baru siap untuk terjun ditengah masyarakat dengan membawa pemikiran Islam yang khas, lurus dan mulia. Mereka menjadi agen perubahan yang mewarnai, mempengaruhi dan menyeru kebenaran Islam dengan penuh semangat dan keyakinan untuk merubah pemahaman yang rusak yang menjamur ditengah masyarakat dengan pemikiran Islam. Semoga mereka tetap semangat dalam dakwah dan terus upgrade pengatahuan dan kemampuan mereka menjadi remaja hebat, unggul dan berkepribadian Islam agar bisa menjadi teladan bagi remaja yang lain dan menjadi agen perubahan ditengah masyarakat dengan Islam. (Moch. Efendi)




Posting Komentar untuk "TRAINING DAN OUTBOUND FROM ZERO TO HERO "