Membangun Generasi Tangguh Agar Tidak Terpengaruh Sistem Rusak Sekuler
Oleh: Mochamad Efendi
Sulit memang mempertahankan warna putih saat lingkungannya kotor. Wajar, banyak remaja nakal karena mereka hidup dalam sistem sekuler yang ingin menghilangkan unsur agama dalam kehidupan. Banyak remaja kehilangan pegangan, sehingga mudah sekali dipengaruhi perilaku yang rusak dan menyimpang. Apalagi negara abai terhadap pendidikan agama mereka, dan bahkan cenderung mengawasi mereka yang militan dalam beragama, tapi membiarkan mereka yang berperilaku menyimpamg dan melanggar aturan agama dengan dalih kebebasan.
Sehingga wajarlah terbentuk anak-anak nakal yang suka tawuran dan bahkan berani memalak hanya untuk bisa bersenang-senang di jalanan. Remaja yang mengedepankan solusi kekerasan saat menghadapi masalah, sehingga menghajar dan menganiaya dianggap hal biasa dan membuat hati merasa senang karena hasrat dendam dan kebencian terbalaskan. Mereka tidak lagi berfikir masa depan, apalagi memikirkan kehidupan akhirat yang hanya mereka anggap ramalan dan hanyalan. Inikah generasi yang diinginkan mereka yang berfikir sekuler yang hanya mengejar kesenangan sesaat, tapi menghancurkan masa depan generasi termasuk anak-anak mereka sendiri.
Kasus Mario Dandy Satriyo (20) dibantu oleh Shane (19) saat menganiaya David hingga koma adalah bukti nyata ramaja yang tidak punya hati dan sadis buah dari sistem sekuler, kapitalis demokrasi. Bahkan, sebelum menganiaya David, Mario Dandy menyuruh David melakukan push up 50 kali. Sungguh generasi rusak dan tidak beradab didikan dari orang tua pejabat yang tentunya tidak sempat mengaji. Generasi yang mendapatkan asupan gizi berlebih, tapi kurang perhatian dari kedua orang tuanya yang sibuk menumpuk harta kekayaan yang dianggap sebagai simbol kesuksesan dalam sistem kapitalis. Asupan gizi spiritual lupa untuk diberikan karena orang tua yang kering dengan pemahaman agama karena tidak pernah ikut pengajian. Bagaimana kita membentuk generasi unggul yang memiliki karakter Islam jika keluarga, masyarakat dan juga negara menjauhkan agama dari generasi padahal pendidikan agama sangat penting untuk diberikan agar mereka tidak mudah tergerus oleh arus lingkungan yang buruk dari sistem yang rusak.
Keluarga adalah pendidikan pertama dan utama untuk membentuk generasi tangguh dari berbagai pengaruh buruk yang tidak bisa dielakkan menyebar disekitar kita. Peran ibu sangatlah penting untuk mengenalkan pendidikan Islam agar anak memiliki kepribadian Islam. Generasi yang memiliki pola pikir dan sikap Islami akan mampu melewati derasnya arus islamophobia dan liberalisasi yang mengagungkan kebebasan bertingkah laku. Generasi santun dan menghargai orang lain tercipta dari keluarga yang memberikan pendidikan agama dengan benar, bukan mereka yang diasuh oleh keluarga yang menghilangkan pendidikan agama untuk anak-anak mereka. Menghilangkan unsur agama dalam pendidikan hanya akan membentuk sosok anak yang sok, suka pamer dan tidak memiliki empati sehingga tega melakukan tindak kekerasan pada orang lemah tak berdaya, tanpa merasa kasihan dan bersalah sedikitpun. Sebaliknya dengan menanamkan pendidikan agama sejak dini terbentuklah kepribadian anak yang Islami. Seorang anak bertaqwa dambaan kita bersama yang mereka takut untuk melakukan kesalahan karena Allah SWT. Generasi yang membawa warna positif pada lingkungannya, bukan mereka yang membawa kerusakan.
Oleh karena itu seorang ibu dalam keluarga harus mau mengaji sebagai bekal agar bisa mendidik anak dengan baik. Negera harus menjamin kesejahteraan rakyatnya agar seorang ibu tidak harus bekerja sehingga dia bisa mendidik anak-anaknya dengan pendidikan agama dengan baik.
Mereka harus dibimbing dan diarahkan untuk memilih lingkungan yang baik yang gemar mengaji, bukan yang suka mengejar kesenangan dan sering membawa mereka pada kesesatan. Mengaji akan membangun akidah yang kokoh agar mereka memiliki benteng iman yang tidak mudah terpengaruh, namun mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan mempengaruhi lingkungannya dengan Islam. Mengaji juga akan membangun pemahaman keislaman mereka, sehingga mereka mampu mengatur hidupnya dengan Islam. Tidak ada hanya itu, mengaji akan membuat mereka perduli dengan lingkungan sekitarnya. Mereka akan menjadi renaja hebat yang mampu menyelesaikan masalah, bukan sumber masalah.
Tergabung dalam barisan dakwah, membuat anak kita terjaga dalam pengaruh buruk lingkungan yang rusak akibat sistem sekuler yangmana negara abai terhadap pendidikan agama. Sistem sekuler membentuk generasi konsumstif yang hanya mengejar kesenangan, tidak punya hati dan tidak pula punya adab dan kepedulian pada sekitarnya. Dalam barisan dakwah, anak-anak kita bisa terlindungi dan terbentengai, karena mereka bersama teman-teman surga yang saling menasehati dengan kebenaran Islam. Mereka juga saling menguatkan saat mereka lemah dan lelah. Dalam barisan dakwah, mereka dididik perduli dengan berbagai problematika yang dihadapi remaja untuk dipecahkan dengan solusi Islam. Generasi yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tapi mampu memberikan sumbangsih untuk perbaikan negeri ke arah yang lebih baik. Generasi rusak buah dari sistem sekuler kerena mereka dijauhkan dari pendidikan agama. Sudah saatnya kita campakkan sistem sekuler, dengan menerapkan Islam secara kaffah agar tercipta generasi cemerlang. []


Posting Komentar untuk "Membangun Generasi Tangguh Agar Tidak Terpengaruh Sistem Rusak Sekuler "