Istiqomah Itu Dasyat Hasilnya
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, memang tidak mudah untuk memulai kebiasaan baik. Awalnya harus dipaksa, pada akhirnya akan terbiasa. Namun, menjaga kebiasaan baik agar tetap Istiqomah ternyata lebih sulit lagi untuk dilakukan. Banyak godaan yang ingin menghentikan kebiasaan baik yang kita lakukan. Padahal, kalau kita menyadari kebaikan yang dilakukan secara Istiqomah hasilnya akan luar biasa dasyatnya. Kata kuncinya adalah ikhlas agar kita bisa Istiqomah dalam kebaikan. Pujian dan pengakuan manusia bisa saja menghilang, namun kesadaran untuk menggapai ridho Allah SWT bisa menjaga amalan kita agar tetap Istiqomah.
Kebiasaan baik yang dilakukan secara Istiqomah hasilnya akan terasa dasyat. Di dunia saja, kita akan rasakan balasan kebaikan, belum lagi di akhirat cukuplah surga balasan atas jejak kebaikan yang tercipta dari kebiasaan baik. Mungkin dari kebiasaan kecil yang tidak disadari akan menjadi bekal dan penolong saat tidak ada lagi teman atau kerabat yang bisa memberi pertolongan. Sungguh kebiasaan baik harus kita jaga bila perlu ditingkatkan baik secara kwantitas maupun kwalitas.
Jikalau kebiasaan itu sempat menghilang dan tidak lagi dilakukan, bukan berarti dibiarkan mati, tapi harus segera bangkit dan mulai lagi, terus lakukan dan tingkatkan sampai ajal yang menghentikan semua amalan di dunia. Selama nafas masih kau hirup bebas, sebagai tanda rezeki masih dijamin oleh Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki, kebiasaan baik tidak boleh berhenti.
Bersedekah, belajar dan bahkan berdakwah harus dijadikan kebiasaan baik yang tidak boleh berhenti selama kehidupan masih bisa kita rasakan. Tidak ada kebaikan yang sia-sia selama dilakukan ikhlas untuk menggapai ridho Allah SWT. Tidak perlu iri dengan mereka yang terasa mudah dalam hidupnya dengan menuruti hawa nafsu untuk bersenang-senang. Hidup mereka tidaklah mudah dan bahkan merugi jika tidak msu mengatur hidup sesuai dengan syariatNya. Bahkan celaka yang berani melanggar aturanNya, karena hanya mengikuti hawa nafsu yang akan membawa pada kehinaan dan kesengsaraan. Sudah terbukti banyak di sekitar kita. Mereka yang awalnya bangga dengan kemewahan dan senang dengan kehiduoan yang serba mudah berakhir dengan kesengsaraan di dunia, apalagi nanti di akhirat.
Hidup kelebihan rezeki tapi enggan bersedekah. Menumpuk harta dan membangga-banggakannya, padahal semua itu bisa membuatnya celaka. Padahal jika dia tahu bahwa kebiasaan baik bersedekah akan membuat hati tenang dan senang, sungguh dia tidak ragu untuk melakukannya. Apalagi jika kita sadari bahwa rezeki itu dari Allah, dsn tidak akan berkurang hanya dinafkahkan di jalan Allah. Berbuat baik untuk orang lain dengan rezeki yang kita miliki tidaklah sia-sia, meskipun hanya dengan sebiji kurma. Yakinlah, rezeki dari Allah dan tidak akan berkurang hanya karena sedekah. Hidup akan lebih berkah dan indahdengan sedekah.
Istoqomah dalam mengaji adalah pilihan tepat agar hidup berkah, indah dan mudah. Melangkah dengan penuh keyakinan pada jalan yang benar adalah harapan setiap orang. Memahami tujuan hidup sehingga bisa berjalan di jalan yang lurus, jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan yang layak mendapat adzab tidak pula mereka yang tersesat. Mengaji perlu dilakukan agar pemahaman kita tentang Islam terus bertambah, serta semangat terus terpompa malakukan kebaikan.
Menulis untuk mengispirasi umat, contohnya, tidak boleh berhenti meskipun tubuh terasa letih, bosan, malas dan ribuan alasan untuk tidak lagi mengoreskan ide-ide brillian yang tersimpan dalam kepala. Terkadang, memang harus dipaksa menyediakan waktu ditengah kesibukan untuk mengalirkan ide-ide cemerlang sehingga satu karya bisa tercipta yang siap membawa kesadaran pada umat agar mau berislam secara kaffah. Menggugah kesadaran untuk menghiasi kehidupan ini dengan kebaikan-kebaikan yang dikaitkan dengan Islam. Kembalilah bangkit dan terus menghidupkan kebiasaan yang baik, meskipun terkadang sempat terhenti oleh kesibukan dan urusan dunia yang melalaikan.
Yakinlah tidak ada kebaikan yang sia-sia selama ikhlas untuk menggapai ridhoNya. Terlebih dilakukan secara Istiqomah dan menjadikan kebiasaan baik. Jika sudah menjadi kebiasaan terasa ringan untuk dikerjakan. Namun, jangan ada niatan untuk berhenti dari kebiasaan baik karena dianggap beban dan merasa bosan. Padahal, waktu yang tidak digunakan untuk kebaikan sungguh merugi, dan bahkan celaka jika malah maksiat yang dikerjakan. Hidup sengsara dan terhina hanya karena mengikuti nafsu untuk bersenang-senang. Sementara kebahagian dan kemuliaan bisa kita rasakan dengan kebiasaan baik yang dikaitkan dengan Islam dan terus terjaga dalam kehidupan. Jika kebiasan baik akan membawa kebaikan, kenapa harus ditinggalkan, padahal kesia-sian dalam waktu hanya akan membawa psda kerugian dan kemaksiatan hanya akan membuat kita celaka. Oleh karena itu jangan biarkan kebiasaan baik mati karena hanya mengejar kesenangan yang hanya berujung pada kerugian dan kesengsaraan tidak hanya di dunia yang sementara tapi juga kehidupan akhirat yang abadi, untuk selama-lamanya. []


Posting Komentar untuk "Istiqomah Itu Dasyat Hasilnya"