Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Remaja Merdeka, Merdekanya Remaja


 Oleh: Alfina Burhan


Merdeka itu tidak identik untuk kelompok atau golongan tertentu. Karena merdeka juga untuk remaja, wong sekolah saja juga pake kurikulum merdeka, ya kan! Tapi apa sih sebenarnya makna merdeka untuk remaja? 


Hmmm, bebas tugas sekolah, merdeka! Bebas tidak disuruh-suruh orang tua, merdeka! Hari libur tidak mandi pagi, merdeka! Atau bebas bisa pacaran, merdeka! Bebas HP-an, merdeka! 


Oh, dangkal sekali merdekanya? 


Sebelum kita bahas lebih lanjut, alangkah baiknya kita pahami dulu, apa sih makna merdeka itu?


Mengutip penjelasan makna merdeka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kemerdekaan adalah keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya); kebebasan. Merdeka berarti bebas.


Merdeka dalam konteks berbangsa dan bernegara, tentunya adalah ketika sebuah negara itu terbebas dari penjajahan dalam bentuk apapun. Indonesia secara de jure memang merdeka, tapi tidak secara de facto. Buktinya ekonomi Indonesia masih terjajah, secara politik pun Indonesia disetir oleh negara adidaya, secara hukum praktik mafia hukum terus membayang. Sehingga Indonesia sulit untuk melaju menjadi negara maju.


Pun demikian pada diri remaja. Jika pada remaja ini masih 1) malas bergerak (mager), asik rebahan mojok di kamar, berteman gadget semata, 2) Kebanyakkan drama, sekolah drama, mengaji drama, disuruh orang tua drama, semua aktivitas harus diawali dengan drama, 3) Halu, hidupnya dihabiskan untuk berkhayal, panjang angan-angan. 


Hei, jika itu kamu, kalian, maka fixed, kamu sebagai remaja belum merdeka!


Why?


Karena kamu atau kalian masih dikuasai oleh hawa nafsu, setan dan teman-temannya masih mendominasi seluruh tubuh dan akal pikiranmu.


Jika mau menjadi remaja merdeka, ayo kembali pada kehidupan nyata. Bahwa remaja adalah manusia, apalagi jika itu remaja muslim maka kalian ada umat terbaik yang diciptakan Allah. So, jangan sia-siakan hidupmu dalam kendali hawa nafsu.


Kita ingat tujuan Allah menciptakan manusia, Allah berfirman, 


Artinya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku." (TQS. Adz Dzariat, 56)


Maka jelaslah jika hanya mager, drama, dan halu, semua itu tidak akan menolong kita mempertanggung jawabkan hidup kita di depan Allah. Karena setiap waktu kita akan sia-sia, dan kita sendiri yang akan merugi.


Allah berfirman, 


Artinya: Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (TQS. Al 'Asr 1-3)


Kalau begitu, apa yang harus dilakukan agar para remaja merdeka, bisa menata hidupnya, dan tentu saja memiliki orientasi surga? Penulis sajikan dalam beberapa poin, semoga membantu para remaja memperbaiki kualitas diri dan hidupnya, yaitu: 


1) Mengkaji dan memahami Islam. Kemudian mengamalkan setiap dari apa yang dia pahami tentang Islam. Masalah ibadah, pergaulan, sosial, dsb. 


2) Menjadikan halal dan haram sebagai tolok ukur. Artinya para remaja harus mengikatkan setiap aktivitasnya pada hukum syara'. Yang dilarang ditinggalkan, yang diperintahkan dilakukan. Sesimpel itu, no mager no drama. 


3) Memilih pertemanan yang secircle. Teman yang mengajak sama-sama ke surga, bukan teman yang menarik ke neraka. Dengan begitu akan saling mengingatkan satu sama lain jika ada yang mulai melemah imannya melihat godaan dunia. 


4) Istiqomah. Terus melangitkan doa-doa, meminta pada yang Maha Kuasa agar kita istiqomah di jalan kebenaran hingga Malaikat Izrail menjemput pulang. 


يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ


 Artinya: "Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)."


Yuk, para remaja bisa menjadi remaja merdeka. Menjadi diri sendiri, remaja muslim sejati. No mager, no drama, no halu! []

Posting Komentar untuk "Remaja Merdeka, Merdekanya Remaja "