Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Abaya Dilarang, Umat Islam Harus Buat Perhitungan!


 Oleh: Alfina Burhan


Mengutip dari Mediaumat.id, Menteri Pendidikan Perancis Gabriel Attal mengumumkan pada hari Ahad (27/8) bahwa siswi Muslim akan dilarang mengenakan abaya di sekolah umum, dengan alasan bahwa pakaian tersebut melanggar hukum sekuler yang diberlakukan oleh negaranya di bidang pendidikan.


Keputusan Attal diambil sebelum dimulainya tahun ajaran baru di Perancis, dan setelah kelompok sayap kanan dan ekstrim kanan di negara tersebut mendorong penerapan larangan ini, sementara kelompok sayap kiri menganggapnya sebagai serangan terhadap kebebasan sipil (www.france24.com, 27/8/2023).


Mengenal Abaya 


Mengutip dari Wikipedia, abaya adalah sebuah busana garmen yang berasal dari timur tengah, berbentuk sederhana mirip jubah. Oleh sebab itu abaya juga diistilahkan dengan gamis arab. Abaya biasanya dipakai oleh beberapa wanita di belahan dunia Muslim yang meliputi Afrika Utara dan Jazirah Arab.


Busana tradisional wanita Indonesia dan Malaysia kebaya pada dasarnya adalah kata yang berasal dari istilah abaya. Abaya adalah busana yang longgar dan tidak membentuk lekuk tubuh wanita sehingga banyak menjadi alternatif para wanita muslimah untuk menutup aurat yang identik dengan warna-warna gelap. Selain itu, pada umumnya abaya juga dihiasi oleh manik atau bordir sederhana.


Nah, jadi tahu juga kan, bahwa asal muasal kebaya juga dari abaya baju longgar yang menjulur dari atas kebawah tanpa menonjolkan lekuk tubuh. Sangat beda dengan kebaya versi sekarang, yang selalu menonjolkan aset kewanitaan.


Muslim di Prancis


Seperti yang sudah diketahui, sejumlah negara di Benua Biru tersebut nyatanya mempunyai populasi Muslim yang cukup besar, salah satunya adalah Prancis. Prancis adalah rumah terbesar di Eropa untuk umat muslim dari berbagai kalangan, mulai dari muslim lokal maupun pendatang atau migran. 


Mengutip dari viva.co.id, Meski sejak dulu muslim memang sudah ada di Prancis, baik Prancis daratan maupun wilayah kependudukan di luar Eropa, migrasi massal umat Islam ke Prancis pada abad 20 dan 21 sudah membuat negara ini menjadi salah satu negara dengan komunitas umat muslim terbanyak di Eropa. 


Sedangkan data yang berasal dari Worldpopulationreview.com, pada tahun 2022 ini Prancis berhasil menduduki jumlah pemeluk agama Islam terbanyak di Benua Eropa dengan total sebanyak 5,7 juta jiwa atau sekitar 8,8 persen dari total penduduk. 


Prancis Mengidap Islamofobia Akut


Banyaknya jumlah penduduk muslim di Prancis serta merta membuat Prancis gelap mata. Beberapa kali Prancis menunjukkan sikap Islamofobia akut. Mulai pelarangan hijab, penghinaan terhadap Nabi, penyobekan Al-Qur'an dan sekarang pelarangan penggunaan abaya.


Serangan Islamofobia di Prancis meningkat. Pada 2020 lalu tercatat sebesar 53 persen dan beberapa orang melihat ini sebagai akibat dari komentarnya yang berapi-api terhadap Muslim dan kebijakan anti-Islamnya. 


Ini termasuk penutupan 22 masjid di seluruh Prancis, dalam 18 bulan terakhir dan usulan larangan jilbab yang dikenakan oleh anak di bawah umur.  


Presiden Prancis Emmanuel Macron mengklaim tindakannya sebagai mempertahankan nilai-nilai sekuler di Prancis. Dia bahkan telah berbicara secara terbuka tentang ancaman radikalisme Islam di Prancis dan menambahkan bahwa Islam sedang dalam krisis di seluruh dunia. 


Umat Butuh Perisai


Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan hadits dari jalur Abu Hurairah ra, bahwa Nabi shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallama, bersabda:


إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدْلٌ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ ، وَإِنْ يَأْمُرُ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ [رواه البخاري ومسلم]


“Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/adzab karenanya.” [Hr. Bukhari dan Muslim]


Lebih lanjut Imam Nawawi menjelaskan makna al-Imâm Junnat[un] [Imam/Khalifah itu laksana perisai] dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim: ”Sabda Rasulullah -shallaLlâhu ’alayh wa sallam-: (الإمام جنة) yakni seperti al-sitr (pelindung), karena Imam (Khalifah) mencegah musuh dari perbuatan mencelakai kaum muslimin, dan mencegah sesama manusia (melakukan kezhaliman-pen.), memelihara kemurnian ajaran Islam, rakyat berlindung di belakangnya dan mereka tunduk di bawah kekuasaannya.”


Tapi sayangnya umat saat ini tidak memiliki perisai. Umat Islam menjadi bulan-bulanan di negeri asing dan di negerinya sendiri. Tidak ada yang maju untuk melindungi mereka. Umat membutuhkan sosok pelindung itu, sosok Khalifah seperti Khalifah Al - Mu'tashim Billah, yang siap mengerahkan seluruh pasukannya untuk membela harga diri seorang muslimah.


Tapi sayangnya umat saat ini tidak memiliki perisai. Umat Islam menjadi bulan-bulanan di negeri asing dan di negerinya sendiri. Tidak ada yang maju untuk melindungi mereka. Umat membutuhkan sosok pelindung itu, sosok Khalifah seperti Khalifah Al - Mu'tashim Billah, yang siap mengerahkan seluruh pasukannya untuk membela harga diri seorang muslimah. Sikap heroik dari seorang pemimpin, imam, Khalifah yang siap menjadi garda terdepan menjaga umat sangat dinantikan. Mari kita terus perjuangkan!. Wallahu'alam.


Tapi sayangnya umat saat ini tidak memiliki perisai. Umat Islam menjadi bulan-bulanan di negeri asing dan di negerinya sendiri. Tidak ada yang maju untuk melindungi mereka. Umat membutuhkan sosok pelindung itu, sosok Khalifah seperti Khalifah Al - Mu'tashim Billah, yang siap mengerahkan seluruh pasukannya untuk membela harga diri seorang muslimah. Sikap heroik dari seorang pemimpin, imam, Khalifah yang siap menjadi garda terdepan menjaga umat sangat dinantikan. Pemimpin seperti inilah yang mampu melawan dan menundukkan negara jumawa seperti Prancis. Pemimpin inilah yang akan membuat perhitungan. 


Saat ini mungkin kita hanya bisa mengecam, melawan dengan opini, bergerak dengan jari. Tapi setidaknya Allah SWT tahu dan tidak meragukan posisi kita sebagai pembela Islam, pembela agama-Nya. Wallahu'alam. []

Posting Komentar untuk "Abaya Dilarang, Umat Islam Harus Buat Perhitungan!"