Merayakan Kemerdekaan Dengan Parade Sound System Horeg. Bener Nggak Sih?
Oleh: Alfina Burhan
Agustus sudah berlalu, tapi euforia perayaan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia masih berlangsung. Di sejumlah daerah, justru puncak perayaan peringatan kemerdekaan dijadwalkan di bulan September ini.
Banyak yang bilang, "wong tinggal merayakan dan memperingati kemerdekaan saja loh, tidak ikut perang, kok nggak mau!"
Btw, siapa sih yang nggak mau? Memang saat ini kita tidak lagi perang fisik menggunakan bambu runcing ataupun perang gerilya. Tapi, tahukah semua rakyat Indonesia bahwa kita ini masih dijajah secara ekonomi, budaya, bahkan secara pangan pun kita tidak berdaulat.
Jika kita ingin menghormati jasa para pahlawan, maka yang harus dilakukan adalah melanjutkan perjuangan. Berjuang untuk kemerdekaan ekonomi, kesehatan gratis, pendidikan gratis, sembako murah, kesejahteraan yang nyata, dan berbagai kemudahan lainnya.
Satu bulan sebelum perayaan peringatan hari kemerdekaan, sudah disosialisasikan tentang penggunaan soundsystem. Sebagaimana yang disampaikan Koordinasi Asosiasi Pencinta Sound system Indonesia (Asumsi), Fikri Imanullah mengatakan, setelah audiensi dengan jajaran stakeholder, telah disepakati bahwasannya penggunaan sound system ini tidak boleh lebih dari 70 dB. Mengetahui hal tersebut, pihaknya berharap para pecinta sound system dan sound miniatur ini dapat menggunakan sound tidak lebih dari 8 subwoofer. “Ketika ada perayaan karnaval dan lain sebagainya, kemungkinan teman-teman pecinta sound maupun sound miniatur ini maksimal membawa sekitar 8 subwoofer,” jelasnya (21/8).
Di lapangan, yang terjadi seperti diskotik pindah, jalanan menjadi ruang dugem, joget-joget di ruang publik. Belum lagi dandanan heboh yang tidak mendidik. Rela sewa soundsystem dengan harga jutaan.
So, begitu yang namanya merayakan kemerdekaan? Begitu yang katanya menghormati jasa para pahlawan?
Seru! Wong, senang-senang setahun sekali!
Begitukah?
Tidak adakah hal yang lebih berfaedah yang bisa dilakukan?
Coba bayangkan, sepuluh tahun ke depan jika perayaan peringatan kemerdekaan semacam ini terus dilakukan. Maka, yang tergambar dalam benak anak-anak dan generasi muda tidak lebih pada gambaran kehidupan yang hedon. Selanjutnya, peringatan kemerdekaan hanya sekedar seremonial belaka yang unfaedah.
Jika memang mau menghormati jasa para pahlawan, ingin peringatan kemerdekaan ada nilai positifnya, coba ubah paradigmanya. Mengajak para pemuda untuk berkarya, menjelaskan pada generasi bahwa perjuangan ini masih harus dilanjutkan. Ada banyak hal yang harus diubah, hingga benar-benar Indonesia merdeka secara de facto dan de jure.
Sehingga selanjutnya perayaan peringatan kemerdekaan bukan sekedar milik segelintir orang pecinta soundsystem, tapi milik seluruh kelompok masyarakat. Memperingatinya dengan segenap jiwa, karena benar-benar sudah merdeka. Wallahu'alam. []


Posting Komentar untuk "Merayakan Kemerdekaan Dengan Parade Sound System Horeg. Bener Nggak Sih?"