Tetangga Masa' Gitu itu?
Oleh: Ruby Alamanda
Sungguh miris membaca berita akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, ditengah-tengah kehidupan yang sedang berjalan, banyaknya aktivitas manusia, tuntutan ekonomi dengan sibuknya pekerjaan, terkadang membuat orang menjadi kehabisan waktu untuk bertetangga dengan baik, dengan dasar iman kepada Allah. Menjenguk atau sekedar say hello.
Beberapa waktu lalu ditemukannya mayat ibu dan anak tinggal kerangka di Perumahan Bukit Cinere Indah, Depok, pernah dikenal sebagai rumah tinggal terbaik di mata para tetangganya. Berlokasi tepatnya di Jalan Puncak Pesanggrahan VIII, rumah itu selalu terjaga kebersihannya, juga koleksi tanamannya yang terawat. Tempo.co, 10/9/23.
Disadari atau tidak efek sistem kapitalisme yaitu salah satunya adalah membentuk manusia individualis, karena memang terkadang menjadi momok juga jika turut campur urusan tetangga, walaupun sebetulnya niat kita baik.
Kontrol masyarakat bisa berjalan dengan baik apabila ada kepedulian dan interaksi di sana. Masyarakat terbiasa dengan acara kumpulan, sholawatan, pengajian apapun yang bisa membawa mereka menjadi kumpul dengan sesama tetangga. Selain bertujuan untuk membangun sistem yang baik juga akan menjadi ladang silaturahmi antar masyarakat. Sehingga akan mudah untuk sewaktu-waktu bertemu dengan masyarakat atau bertetangga.
Jika manusia hanya berdiam diri dirumah maka yang terjadi adalah kurangnya komunikasi antar masyarakat, atau bahkan kehidupan bertetangga menjadi kaku, tidak luwes. Apalagi jika sudah berbenturan dengan kepentingan pribadi.
Dalam Islam di haruskan adanya jawil iman, agar suasana iman ini mewarnai kehidupan umat manusia, sehingga akan terbentuk ketakwaan individu. Dengan adanya ketakwaan individu ini secara otomatis akan membangun kesadaran individu dalam hidup bermasyarakat, sehingga ada yang disebut kontrol masyarakat. Empati dan simpati akan muncul secara otomatis, hingga kasus tetangga yang meninggal hingga berhari-hari tidak lagi berulang.
Bahkan Rasulullah sudah mengajarkan bahwa bertetangga itu harus baik, apabila masak perbanyak kuahnya, agar bisa berbagi dengan tetangganya. Tidak sekedar menjenguk dikala sakit saja atau bahkan tidak bertegur sapa sama sekali. Hmmm.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist,
Artinya, "Dari Abdullah bin Amr ra, bahwa Nabi Saw bersabda, "Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada tetangganya." (HR at-Tirmidzi).
Yuk, menjadi tetangga yang baik. Agar kita bisa menjadi penyalur energi positif ke masyarakat agar menjadi tetangga yang peduli. Peduli ya, bukan ikut campur masalah orang. Masalah kita saja sudah banyak, ya kan!
Wallahu a'lam bissawab.[]


Posting Komentar untuk "Tetangga Masa' Gitu itu? "