Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Idola Baru tapi bukan Idol K-Pop


 Oleh : Zhiya Kelana, S.Kom (Aktivis Pemerhati Remaja)


Dunia maya digegerkan dengan sosok pemuda yang membuat para wanita terpesona. Dia bukan idol K-Pop bukan juga Aktor Bollywood maupun Hollywood. Dialah pemuda yang wajahnya tertutup rapat dengan kafiyeh, hanya meninggalkan sepasang mata teduh dan suara yang tegas penuh kewibawaan. Yang membuat para wanita semakin berangan dan menerka-nerka wajah tampannya. Pemuda Palestina ini bernama Abu Ubaidah merupakan Komandan Hamas.


Pemuda yang kisahnya sangat luar biasa, dengan gagah berani menentang Isrewel sejak masih kanak-kanak. Memang tak diragukan lagi anak-anak yang lahir di tanah Palestina punya mental yang sangat luar biasa. Yang sedari kecil ditanamkan untuk dekat dengan Al-qur’an, berlomba menjadi syahid. Mereka menyakini bahwa masa depan mereka, atau impian mereka hanyalah menjadi syahid dan masuk surga.


Yang datang bagaikan Hero yang siap membebaskan bumi dari kejahatan apapun. Inilah hero yang sebenarnya tak perlu polesan seperti rekayasa negara adikuasa Amerika. Bagaikan air hujan yang datang dikala kemarau panjang melanda. Semua mata memang tertuju kepada Palestina, dan menerka siapa yang sangat berani menentang Isrewel itu dengan gagahnya. Dan benarlah, dialah pemuda yang lahir dari Rahim Islam dengan keteguhan dan ketaatan kepada Allah tanpa tandingannya jika dibandingkan dengan banyaknya pemuda yang melambai dan alay saat ini.


Di jaman era digital ini, semua pemudanya berkiblat ke arab barat dan  asia. Mereka lupa hakikatnya para pemuda adalah yang menjadi penggerak peradaban. Yang mengubah dunia dengan ilmunya, fikirannya dan kekuatannya hanya untuk kebangkitan Islam. Dimana bisa kita temui pemuda itu saat ini, maka sosok pemuda akhir jaman itulah yang menjadi sebuah inspirasi bagi para pemuda untuk bangkit dari tidur panjangnya saat ini. 


Yang berbaris untuk berjuang membebaskan Al-Aqsa tercinta. Yang pasukannya senantiasa punya kriteria yang membuat kita jatuh cinta, untuk menjadi bagiannya saja sangatlah sulit untuk memenuhi syaratnya. Harus hafal 30 juz, hafal beberapa hadist, solat malam tidak tinggal, solat subuh berjamaah selama 3 bulan tidak tinggal, meninggalkan kemaksiatan dan tidak merokok pula. Secara fisik sehat tubuhnya, fikiran dan hatinya dekat kepada Allah.


Dimana akan kita cari seperti mereka, maka secara tak sadar para wanita menginginkan untuk menjadi pendampingnya. Akhlaknya seperti cerminan sang teladan Rasulullah saw tercinta. Yang terhadap non muslim tetap santun, penyayang, sekaligus tegas kepada para pembunuh yang menghantam tanpa peri kemanusiaan. Wallahu’alam []

Posting Komentar untuk "Idola Baru tapi bukan Idol K-Pop"