Agar Hati Tidak Mudah Marah
Oleh: Mochamad Efendi
Terkadang hati ini tidak bisa dikendalikan sehingga muncul kemarahan yang membuat kita terluka. Kenapa harus marah jika itu tidak membuat diri kita senang dan bahkan jauh dari kebahagiaan. Stop dan segera menyadari atas apa yang sudah kita lakukan salah. Kemarahan tidak mendatangkan solusi atas masalah yang kita hadapi, bahkan menyakiti diri sendiri, dan orang yang kita cinta. Lalu apa yang harus kita lakukan saat hati terbakar amarah?
Pertama, ucapkan istighfar dan segera menyadari bahwa kemarahan tidak membawa kebaikan apa-apa. Mengingat Allah agar hati tenang dan masalah segera terselesaikan. Hanya berharap pada Pencipta manusia atas solusi masalah yang sedang dihadapi dan apa yang memicu kita marah bisa terselesaikan dengan cara yang terbaik.
Kedua, jadikan sabar dan sholat untuk solusi semua masalah termasuk meredam kemarahan dan membuat kepala tetap dingin sehingga bisa berfikir jernih. Dalam Al-Qur'an, sabar dan shalat merupakan pilar utama yang bisa menjadi obat atas rasa sakit yang kita rasakan yang membuat kita marah. Kesabaran berfungsi untuk menahan keluh kesah dan menguatkan jiwa, sedangkan shalat adalah sarana langsung untuk berserah diri, memohon petunjuk, dan mendapatkan ketenangan batin dari Allah SWT. Surat Al-Baqarah Ayat 153,"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." Allah SWT menjanjikan kebersamaan dan pertolongan bagi hamba-Nya yang menghadapi ujian hidup dan kesulitan dengan ketabahan (sabar) dan terus mendirikan shalat. Jadi dalam kondisi apapun, jangan tinggalkan sholat, agar hidup terasa indah.
Ketiga, menyadari bahwa setiap kesulitan ada kemudahan. Selalu berfikir positif atas semua takdir Allah meskipun itu bukan yang kita inginkan. Dalam setiap masalah, pasti ada hikmah yang kita dapatkan dan itu akan membuat kita menjadi lebih baik. Lalu untuk apa kita marah jika itu tidak membawa kebaikan, bahkan bisa menyakiti diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai.
Tetap bersemangat dan tidak berhenti berharap atas Rahmat Allah. Jangan sampai kita jatuh dalam keputusasaan karena merasa tidak sanggup menghadapi beban hidup yang berat. Terus bertawakal kepada Sang Pencipta manusia, hidup dan alam semesta. Dan yakinlah semua akan berakhir indah karena setiap ujian yang kita hadapi ada kebaikannya jika kita sabar menjalaninya.
Jauhkan diri kita dari amarah dengan selalu berfikir positif. Bersyukur masih diberi nikmat hidup karena masih ada kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri menjadi lebih baik sebelum ajal datang menjemput. Telah banyak nikmat Allah yang tidak terhitung yang sudah kita rasakan. Jangan sampai masalah kecil membuat hati kita terbakar oleh rasa marah sehingga lupa untuk bersyukur.
Terakhir yang perlu diketahui bahwa kemampuan mengendalikan diri dari amarah perlu dilatih. Perlahan kita akan mampu mengendalikan hati dan pikiran kita agar tidak mudah marah. Kekuatan sejati bukan tentang fisik atau kemenangan mengalahkan orang lain, melainkan kemampuan menaklukkan ego dan hawa nafsu saat emosi memuncak.Rasulullah SAW bersabda, "Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah" (HR. Bukhari dan Muslim). Mengendalikan diri saat marah adalah bukti kedewasaan iman dan dijanjikan pahala serta rida Allah SWT.Oleh karena itu teruslah berlatih untuk bersabar agar kita mendapatkan kebahagiaan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti mendapatkan mendapatkan kebahagiaan sejati di surgaNya, sebaik-baik tempat kembali. []


Posting Komentar untuk "Agar Hati Tidak Mudah Marah"