Pinjol Bukanlah Solusi, Tapi Awal dari Kehancuran
Oleh: Mochamad Efendi
Banyak iklan pinjol yang berseliweran di media sosial menawarkan kemudahan dan bunga kecil. Banyak orang tergoda untuk ambil pinjaman online saat mengalami masalah keuangan. Mereka hanya tergiur solusi mudah yang ditawarkan untuk memenuhi gaya hidup padahal tidak punya kemampuan. Mereka lupa bahwa hutang harus dibayar dan riba membuat hidup tidak berkah.
Dalam Islam, riba hukumnya haram, termasuk dosa besar. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (Surat Ali Imran Imran ayat 130). Sesuatu yang haram tidak akan membawa kebaikan, tapi berakhir kesengsaraan dan kehancuran.
Seringnya, kita melihat apa yang didapat orang lain, sehingga lupa untuk mensyukuri apa yang sudah kita dapat dan rasakan. Seperti apa kata peribahasa "rumput tetangga lebih hijau" menggambarkan kecenderungan manusia merasa apa yang dimiliki orang lain selalu lebih indah, baik, atau menyenangkan. Padahal apa yang nampak dan kita pikir lebih indah dan menyenangkan belum tentu sama dengan apa yang mereka rasakan. Setiap orang punya takaran rezeki masing-masing, tapi dia juga punya masalah dan kesulitan yang harus dihadapi.
Jadi tidak usah mengikuti gaya hidup orang lain jika tidak mampu. Tidak usah memaksakan diri membeli I-Phone terbaru jika memang tidak punya uang. Jangan iri atau dengki saat melihat tetangga membeli mobil. Harusnya kita ikut bahagia saat ada orang yang terlihat makmur. Tidak perlu tergoda berbagai tawaran pinjol agar bisa membeli apa yang dinginkan.
Pinjol bukanlah solusi tapi awal kehancuran dari kehidupan seseorang. Terlilit banyak hutang membuat hidup terasa berat, apalagi jika ada unsur ribanya membuat hidup tidak berkah. Banyak korban pinjol yang terpaksa jual rumah, tempat tinggalnya bersama keluarga. Dan tidak sedikit dari mereka dipresi, sampai terlintas keinginan untuk bunuh diri.
Hutang bukanlah solusi, tapi menumpuk masalah. Jangan keburu untuk memutuskan berhutang saat menghadapi masalah keuangan. Bersabar dan mendekatkan diri kepada Yang Maha kuasa agar segera diberi solusi atas masalah yang kita hadapi. Bodoh sekali jika seseorang berhutang hanya untuk memenuhi gaya hidup mewah. Tidak mampu membeli mobil atau barang branded lainnya tapi memaksakan diri dengan berhutang.
Bersyukur atas apa yang sudah kita dapat adalah pilihan tepat agar hati terasa lapang dan merasa cukup dengan rezeki yang didapat. Yakinlah Allah menjamin rezeki selama kita masih hidup di dunia. Rezeki dari Allah tidak hanya berupa uang atau dalam bentuk materi. Alhamdulilah, jatung masih berdetak dan masih bisa bernafas. Kita masih bisa menikmati indahnya dunia dengan penglihatan dan pendengaran dari Allah SWT. Masih diberi keluarga, saudara dan teman untuk saling berbagi dan menasehati. Semua itu adalah nikmat dari Allah yang sering kita lupa untuk mensyukurinya.
Baru kita menyadarinya saat satu nikmat dicabut. Indahnya nikmat sehat saat kita jatuh sakit. Makan tidak enak dan tidurpun tidak bisa nyenyak. Oleh karena itu syukuri apa yang sudah kita dapat agar hidup akan terasa indah. Janji Allah itu pasti seperti yang tertulis dalam surat Ibrahim ayat 7," "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." Sabar dan syukur adalah kunci agar kita tidak jatuh jeratan pinjol yang akan membawa kehancuran dalam hidup. []


Posting Komentar untuk "Pinjol Bukanlah Solusi, Tapi Awal dari Kehancuran"