Ibuku Sayang
Oleh: Lu'luil M. (Member SWI Muslimah Bangil)
Kalau bahas tentang rasa sayang para remaja milllenials pasti pertama yang dipikirkan dan di inget si doi muluk. Nah yang kita bahas disini dan untuk kali ini beda ya sob. Pertama kita akan mempertanyakan dulu nih. Sebesar apa sih rasa sayang & Cinta kita kepada al madrastul ula kita? Sebesar apa sih rasa sayang dan cinta kita kepada orang yang tak pernah ragu-ragu ngorbanin nyawanya buat diri kita? Jangan-jangan rasa itu sudah hancur lebur bin hilang & musnah digantikan rasa sayang & cinta baru. Na'udzubillah min dzalik
Membahas rasa cinta antara seorang ibu dan anaknya, akan menjadi pertanyaan tersendiri bagi sebagian orang, loh kok bisa? Iya, disebabkan beberapa kasus demi kasus yang tengah beredar di negeri tercinta kita ini. Kira-kira temen udah pada tau gak sih kasusnya? Ini seperti yang dilansir VIVA – Ibu pembunuh ketiga anak kandungnya di Nias Utara, berinsial MT, meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli, Sumatera Utara pada Minggu pagi 13 Desember 2020, sekitar Pukul 06.10 WIB. Usai membunuh, wanita berusia 30 tahun itu sempat beberapa kali coba bunuh diri, namun berhasil digagalkan. "Tersangka MT dinyatakan oleh dokter umum piket RSUD Gunungsitoli telah meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli," ungkap Perwira Urusan Hubungan Masyarakat (Paur Humas) Polres Nias, Aiptu Yadsen Hulu, kepada wartawan, Minggu siang 13 Desember 2020. (https://www.viva.co.id/berita/nasional/1331122-ibu-yang-bunuh-tiga-anak-kandung-meninggal-dunia-karena-tak-makan)
Selain itu juga terdapat kasus yang senada seperti yang dilansir KOMPAS.TV - Seorang ibu tega menganiaya anak perempuannya hingga tegas, gara-gara si anak tak mengerti saat belajar melalui daring. Polres Lebak, Banten, mengungkap motif pembunuhan anak perempuan berusia 8 tahun oleh orang tua kandungnya, warga Jakarta Pusat. Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma mengatakan, ibu korban melakukan penganiayaan karena putrinya sulit memahami pelajaran, saat belajar daring. (https://www.kompas.tv/article/108666/orang-tua-tega-bunuh-anak-karena-susah-belajar-daring-polisi-pelaku-sempat-lapor-kehilangan-anak)
Tampak jelas kasus-kasus di atas miris banget ya sob. Semoga keluarga kita dijauhkan dari hal-hal tersebut. Aamiin. Antara percaya gak percaya kan ya, ada seorang ibu yang kita kenal sebagai sosok pengasih, sosok yang selama ini kita merasa aman dan nyaman didekapan, sosok yang dianggap sebagai matahari yang menyinari dunia. Namun di era saat ini malah menjadi ancaman dan kewaspadaam tersendiri bagi seorang anak. Inilah secuil teguran yang Allah SWT. ketika kita tak lagi menggunakan aturan-aturanNya, hari demi hari bahkan detik demi detik akan selalu ada kehancuran dan masalah yang tak pernah kita duga terjadinya. Inilah gambaran dari sistem yang tak menjamin kehidupan kita. Sistem yang semakin menjauhkan kita dari agama dan fitrah manusia. Sistem yang hanya membuat kita sibuk dengan gemerlap dunia dan lupa akan tujuan sesungguhnya. Maka dari itu, upaya kita adalah mengembalikan dari sistem yang salah ini yakni sistem kapitalisme sekuler dengan kolaborasi demokrasi menuju sistem yang Allah SWT. ridhai yakni sistem Islam rahmatan lil 'alamin.
Sistem kehidupan yang salah dengan beragam kebebasan tanpa batas ini harus segera kita tinggalkan agar fitrah dan sayang anak terhadap ibu maupun sebaliknya terjaga dengan baik ya sob. Yuk terus jaga keistiqomahan mengkaji ajaran Islam yang benar, berkumpul dengan sahabat taat, kokoh melaksanakan ibadah wajib didukung ibadah sunnah, berani menyampaikan kebenaran Islam sesuai perintah Allah SWT. dan sayangi orang tua kita utamanya Ibu. SurgaNya ada di bawah telapak kaki ibu. RidhaNya ada pada keridhaan kedua orang tua. Wa'alllahu a'lam bis showab. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Ibuku Sayang"